Program Bedah Rumah dan Ketahanan Pangan Kemenimipas Tuai Apresiasi DPR RI. (Sumber: Kemenimipas)
Jakarta, Info Publikasi - Transformasi pemasyarakatan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus menunjukkan hasil yang berdampak bagi masyarakat. Melalui program bantuan sosial bedah rumah, renovasi tempat ibadah, dan pengembangan ketahanan pangan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Berkah Mandiri di Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kemenimipas mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara.
Arah pembinaan pemasyarakatan saat ini tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pidana, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan pegawai, penguatan keterampilan Warga Binaan, serta perluasan manfaat sosial bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Hal ini ditekankan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, di Lapas Warungkiara.
"Transformasi di bidang pemasyarakatan ini sudah kami canangkan jauh-jauh hari. Bagaimana menyejahterakan pegawai, bagaimana memberikan pelatihan kepada warga binaan, dan bagaimana dari kedua kegiatan itu kita bisa melaksanakan praktik sosial dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Menteri Agus.
Pihaknya mengungkapkan bahwa program bedah rumah yang dijalankan jajaran pemasyarakatan telah terlaksana di berbagai daerah di Indonesia. Hingga saat ini, terdapat 24 unit rumah yang telah dibangun oleh jajaran pemasyarakatan bekerja sama dengan pengembang yang ada di daerah.
Apresiasi pun disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara. Dalam sambutannya, Dewi menegaskan bahwa program yang dijalankan Kemenimipas merupakan terobosan baru. Sebuah inisiasi yang menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan di dalam lapas, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Program seperti ini tentunya merupakan suatu terobosan. Jadi pemasyarakatan ini tidak hanya bagaimana melakukan upaya integrasi bagi warga binaan ke masyarakat, tetapi sudah langsung terjun secara nyata ke masyarakat dan masyarakat juga merasakan manfaatnya," ujar Dewi.
Pihaknya turut mengapresiasi keberhasilan jajaran pemasyarakatan yang mampu membiayai program sosial tersebut secara mandiri melalui hasil program ketahanan pangan yang dikembangkan di berbagai lapas di Indonesia.
"Sejauh yang kami ketahui, biaya pembangunan bedah rumah, tempat ibadah dan sarana lainnya ini dilakukan secara mandiri penuh dari hasil-hasil panen program ketahanan pangan yang dilakukan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Biasanya yang melakukan CSR adalah BUMN, tetapi ini para warga binaan melalui program ketahanan pangan, dengan bimbingan dan arahan Pak Menteri serta Pak Dirjen, sudah bisa memberikan manfaat kepada masyarakat," imbuhnya.
Dewi menilai bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan Kemenimipas tidak hanya mendukung pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan, tetapi juga berkontribusi terhadap agenda nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Ia berharap masyarakat dapat melihat sisi positif berbagai program pembinaan yang selama ini dilaksanakan oleh jajaran pemasyarakatan.
"Selama ini kita hanya mengenal keadaan di lapas dari sisi negatifnya saja. Saya berharap melalui kegiatan hari ini kita bisa membuktikan bahwa banyak upaya positif yang telah dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat," ujarnya.
Realisasi pelaksanaan kegiatan bantuan sosial bedah rumah, tempat ibadah, dan optimalisasi SAE Berkah Mandiri di Lapas Warungkiara menjadi bukti nyata komitmen Kemenimipas dalam menghadirkan pemasyarakatan yang produktif, bermanfaat, dan berdampak langsung bagi masyarakat.***
