Notification

×

Iklan

Iklan

Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing "Ayo Ke Taman Nasional", Wujudkan Transformasi Digital Wisata Alam

Kamis, 04 Juni 2026 | Juni 04, 2026 WIB Last Updated 2026-06-04T15:49:20Z
Kemenhut Luncurkan Aplikasi E-Ticketing "Ayo Ke Taman Nasional", Wujudkan Transformasi Digital Wisata Alam. (Sumber: Kemenhut)

Jakarta, Info Publikasi - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia resmi meluncurkan aplikasi e-ticketing “Ayo Ke Taman Nasional” (AKTN). Peluncuran ini dilakukan langsung oleh Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, pada pembukaan Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) 2026 di Jakarta International Convention Center, Kamis (4/6).

Inovasi ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendigitalisasi layanan publik di sektor konservasi dan wisata alam secara menyeluruh.

Menhut Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa kehadiran aplikasi ini adalah jawaban atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap wisata petualangan di kawasan konservasi.

"Hari ini saya dengan senang hati akan melunching sebuah aplikasi yang kita kasih nama Ayo ke Taman Nasional. Sebuah aplikasi sekali lagi yang kita harapkan dapat menjadi sebuah platform, dimana teman-teman dapat melakukan pembelian tiket mencari informasi dengan cara yang lebih cepat dan lebih sederhana," ujar Menteri Kehutanan.

Aplikasi AKTN dikembangkan oleh Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PJL), Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Platform ini beroperasi sebagai sistem tunggal dan terpadu untuk seluruh pelayanan pemesanan serta pembelian tiket wisata alam di bawah naungan Ditjen KSDAE, yang meliputi Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA), dan Suaka Margasatwa (SM).

Cara Mengakses Aplikasi
ini dapat dilaksanakan melalui beberapa akses berikut:
  1. Pengguna Android dapat mengunduh aplikasi “Ayo ke Taman Nasional” melalui Google Play Store;
  2. Pengguna iPhone dapat mengakses portal web resmi Kementerian Kehutanan pada tautan https://ayoketamannasional.kehutanan.go.id/id; serta
  3. Pembelian di tempat (On the spot) langsung kios tiket digital yang tersedia di pintu-pintu masuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang beroperasi.
Fitur unggulan aplikasi "Ayo Ke Taman Nasional" ini dirancang untuk memudahkan masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola wisata alam di kawasan konservasi. Melalui aplikasi ini, pengunjung dapat memesan dan membeli tiket masuk taman nasional secara mudah melalui ponsel, kapan saja dan dari mana saja. Kemudian, sistem pembayaran juga dibuat lebih praktis, aman, dan nontunai melalui berbagai pilihan kanal pembayaran, seperti QRIS, dan transfer bank.

Selain memberikan kemudahan bagi pengunjung, aplikasi ini juga mendukung pengelolaan kawasan secara lebih tertib dan terukur. Fitur pemantauan jumlah pengunjung secara real time memungkinkan pengelola mengetahui kondisi kunjungan di lapangan, sehingga potensi kepadatan berlebih dapat dicegah dan kenyamanan wisatawan tetap terjaga. Dengan demikian, pengaturan kunjungan tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga daya dukung dan daya tampung kunjungan wisata alam.

Dari sisi tata kelola penerimaan negara, setiap transaksi pembelian tiket melalui aplikasi akan tercatat secara transparan, dan akuntabel. Hal ini memastikan bahwa penerimaan dari tiket masuk dapat dikelola dengan lebih tertib sebagai bagian dari PNBP.

Aplikasi ini juga membantu pengelola TN & TWA dalam memahami karakteristik pengunjung melalui pencatatan data dasar, seperti kelompok usia dan asal daerah, dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan data pribadi. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar dalam peningkatan kualitas layanan, peningkatan penyediaan fasilitas pengelolaan, pengaturan kunjungan, serta penyusunan strategi pengelolaan wisata alam yang lebih berkelanjutan.

Aplikasi AKTN telah menyelesaikan uji coba operasional yang intensif sebagai langkah pemantapan sebelum peluncuran resmi. Pada uji coba, sistem e-ticketing ini sukses diterapkan untuk mendigitalisasi akses di berbagai destinasi wisata alam di bawah pengelolaan Ditjen KSDAE.

Transformasi layanan ini kini telah aktif memfasilitasi para pengunjung wisata alam di wilayah BKSDA Jawa Tengah (TWA Telogo Warno/Telogo Pangilon dan TWA Grojogan Sewu), Balai TN Gunung Merbabu, Balai TN Gunung Merapi, Balai TN Baluran, Balai TN Gunung Halimun Salak, hingga kawasan Balai Besar TN Kerinci Seblat. Jangkauan digitalisasi ini juga telah berjalan di Balai TN Bunaken, Balai TN Alas Purwo, Balai TN Wakatobi, dan Balai TN Kelimutu.

Menariknya, adopsi teknologi ini tidak terbatas pada petualangan darat, pesona surga bawah laut pun turut terintegrasi melalui sejumlah titik penyelaman (dive sites) eksotis di kawasan tersebut. Semakin melengkapi keberhasilan uji coba, sistem AKTN juga telah dapat diakses wisatawan di Balai Besar KSDA Jawa Timur (TWA Kawah Ijen) serta Balai Besar TN Betung Kerihun Danau Sentarum.

Hasil uji coba menunjukkan respons yang sangat positif. Proses transaksi terbukti lebih cepat, pencatatan kunjungan menjadi lebih cepat dan presisi. Merespons keberhasilan tersebut, Kementerian Kehutanan menargetkan ekspansi sistem e-ticketing ke seluruh kawasan konservasi di Indonesia pada akhir tahun 2026. Seluruh UPT Ditjen KSDAE diminta mempercepat transisi digital ini.

Pada fase pengembangan selanjutnya, Kemenhut akan meningkatkan kapasitas sistem, menambahkan fitur-fitur baru seperti pemandu wisata, reschedule, refund, dan gamification, memperluas ketersediaan aplikasi ke App Store, serta memperkuat keamanan siber untuk melindungi data masyarakat.

Kemenhut memilih INDOFEST 2026 sebagai ajang peluncuran guna merangkul langsung para pengguna utama kawasan konservasi, seperti pendaki, penyelam, dan pegiat alam bebas. Kemenhut memandang komunitas outdoor bukan sekadar wisatawan, melainkan mitra strategis dalam upaya konservasi.

Melalui aplikasi AKTN, hasil penjualan setiap tiket dari para petualang akan disetorkan secara transparan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kontribusi ini menjadi wujud nyata implementasi prinsip wisata yang bertanggung jawab (Responsible Tourism) guna mendukung terwujudnya ekowisata yang berkualitas.***
×
Berita Terbaru Update