DWP Kaltim Edukasi Anggota Kenali dan Cegah Kekerasan dalam Rumah Tangga. (Sumber: Pemprov Kaltim)
Kalimantan Timur, Info Publikasi - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong peningkatan kesadaran perempuan terhadap pentingnya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan rutin bulanan yang dirangkaikan dengan seminar bertema “KDRT Bukan Ranah Privat, Jangan Berujung Kematian” di Sekretariat DWP Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anggota DWP untuk memahami berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam menciptakan lingkungan keluarga yang aman, harmonis dan bebas dari kekerasan.
Dalam sambutan Ketua DWP Provinsi Kalimantan Timur, yang diwakili Sekretaris DWP Kaltim, Ny. Yenni Oktania Irfan, mengatakan bahwa kekerasan dalam rumah tangga bukanlah persoalan yang dapat dianggap sebagai urusan pribadi semata. Menurutnya, di balik setiap kasus KDRT terdapat luka dan penderitaan yang sering kali tidak terlihat oleh lingkungan sekitar.
“Kekerasan dalam rumah tangga bukanlah urusan pribadi semata. Mari membuka mata, membuka hati, dan mengambil peran dalam upaya pencegahan. Melalui kegiatan ini, kita dapat mengetahui berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga sehingga mampu mengenalinya lebih awal dan mengambil langkah yang tepat,” ujarnya.
Yenni juga menegaskan bahwa anggota Dharma Wanita Persatuan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dengan meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan rumah tangga, anggota DWP diharapkan dapat turut menjaga keharmonisan keluarga dan menjadi bagian dari solusi dalam mencegah terjadinya kekerasan.
“Mari bergerak bersama menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih peka dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga. Langkah awal untuk bergerak bersama dapat dimulai dari diri sendiri, sehingga tercipta keluarga yang harmonis, aman dan sejahtera,” tambahnya.
Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan materi dari Astari Intan Pramaesti, yang memaparkan berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga beserta dampak yang ditimbulkannya terhadap korban.
Menurut Astari, tema “KDRT Bukan Ranah Privat, Jangan Berujung Kematian” menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam rumah tangga bukanlah persoalan yang harus ditutupi atau diselesaikan sendiri oleh korban.
KDRT dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, psikis, seksual hingga penelantaran rumah tangga, yang seluruhnya memiliki konsekuensi serius terhadap keselamatan dan kesejahteraan korban.
“Penting bagi masyarakat untuk memahami bentuk-bentuk KDRT dan mengenali tanda-tandanya sejak dini. Ketika lingkungan sekitar memiliki kepedulian dan keberanian untuk bertindak, maka potensi terjadinya kekerasan yang lebih berat dapat dicegah. KDRT bukan ranah privat semata, melainkan persoalan bersama yang memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, DWP Provinsi Kalimantan Timur berharap para anggota dapat menjadi sumber informasi dan edukasi di lingkungan masing-masing, sehingga tercipta keluarga yang aman, harmonis, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.***
