Pembinaan dan Pembimbingan Berbuah Manis, Klien Pemasyarakatan Sukses bangun 50 Outlet UMKM. (Sumber: Kemenimipas)
Jakarta, Info Publikasi - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus berupaya membangun program kemandirian berbasis usaha produktif terhadap Warga Binaan. Salah satu implementasinya berhasil diterapkan oleh Klien Pemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jakarta Timur-Utara yang sukses berwirausaha. Hingga saat ini, 50 Outlet cabang olahan ayam berlabel Chicken Jepun telah berhasil didirikan di wilayah Jabodetabek.
Selain Pembinaan dan pembimbingan, Kemenimipas juga berfokus pada pemasaran produk hasil karya warga binaan. Salah satu implementasinya adalah mendirikan stand khusus produk hasil karya warga binaan dalam layanan paspor pada event Car Free Day, Jakarta, Minggu (24/5).
Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Direktorat Jenderal Imigrasi, Eko Budianto, menegaskan bahwa Imigrasi turut berperan aktif dalam memasarkan produk hasil karya warga binaan.
"Karena kita Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, (selain paspor) itu ada display produk-produk dari Pemasyarakatan, dari Bapas Jakarta Timur-Utara. Harapannya pendekatan kita terhadap masyarakat berdampak pada kualitas layanan kami dan kepercayaan masyarakat," ujar Direktur Eko Budianto.
Dalam gelaran tersebut, Jamaludin, Klien Pemasyarakatan Bapas Jakarta Timur-Utara, mendapatkan lapak untuk memasarkan produknya. Jamaludin menegaskan bahwa bekal yang didapatkannya selama menjalani pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sangat bermanfaat.
"Saat saya baru pulang (menjalani pidana) itu bingung, mau usaha apa. Baru setelah 3 bulan, uang sudah nggak ada, dapat ilmu yang di dalam itu. Akhirnya kita cari file-file lagi, ilmu di Lapas Sentul. Akhirnya kita coba untuk eksperimen, ilmu nugget di sana. Pembuatan nugget dan alhamdulillah jadilah produk seperti ini. Tadi sudah saya sebutkan, chicken jepun," ujarnya.
Hingga saat ini, Jamaludin berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi 13 orang, dan bulan depan akan bertambah 10 orang lagi. Selain itu, produk usahanya juga telah berhasil menjadi penyuplai dari 7 dapur Makan Bergizi Gratis (Gratis).
Melalui program pembinaan berbasis usaha produktif, serta iklim pemasaran yang membantu memperkenalkan hasil karya warga binaan, Kemenimipas membuktikan keseriusannya dalam memperbaiki kualitas kehidupan Warga Binaan. Hal tersebut turut menjadi upaya Kemenimipas dalam menurunkan risiko redivisme serta membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga binaan agar lebih berdaya saing.***
