Lapas Narkotika Jakarta Siapkan Napi “From Prisoner to Entrepreneur” lewat Garmen dan Peternakan Ayam Petelur. (Sumber: Ditjenpas)
Jakarta, Info Publikasi - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melalui Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Jakarta terus perkuat program pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui sektor garmen dan peternakan ayam petelur. Program ini menjadi upaya dalam mempersiapkan Narapidana agar memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi saat kembali ke masyarakat.
Salah satu program unggulan pembinaan kemandirian di Lapas Narkotika Jakarta adalah peternakan ayam petelur yang dikelola langsung oleh Warga Binaan. Saat ini, sebanyak 1.700 ekor ayam dipelihara dan mampu menghasilkan sekitar 80 kilogram telur dalam satu kali panen.
Selain sektor peternakan, bidang garmen juga menjadi pusat pembinaan di Lapas Narkotika Jakarta. Dalam satu hari, Warga Binaan mampu memproduksi hingga 1.000 pakaian yang terdiri dari pakaian harian, seragam, pakaian olahraga, hingga busana Muslim yang digunakan oleh Warga Binaan.
Kepala Lapas Narkotika Jakarta, Dr. Syarpani, menjelaskan program pembinaan dijalankan bersama mitra untuk mendorong perubahan positif bagi Warga Binaan.
“Melalui kerja sama dengan para mitra, kami ingin mewujudkan konsep from Prisoner to Enterpreuner. Artinya, keterampilan yang mereka peroleh melalui berbagai sektor pembinaan di sini dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha dan mandiri setelah bebas,” jelasnya, Kamis (21/5).
Hasil produksi pembinaan kemandirian tersebut turut dipasarkan kepada masyarakat. Sementara itu, premi atau hasil kerja Warga Binaan diberikan dalam bentuk tabungan yang akan diserahkan saat mereka selesai menjalani masa pidana.
“Saya sebelumnya tidak tahu apa-apa soal peternakan ayam, mulai dari cara merawat hingga menghasilkan telur yang baik. Di sini saya belajar banyak dan nanti setelah bebas ilmu ini ingin saya manfaatkan,” ujar salah satu Warga Binaan berinisial NV.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Daerah Khusus Jakarta, Heri Azhari, menyampaikan pembinaan kemandirian difokuskan pada pemberdayaan Warga Binaan agar memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.
“Fokus utama pembinaan kemandirian saat ini adalah pemberdayaan Warga Binaan sesuai 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kami ingin mereka tetap terampil setelah bebas dan menghasilkan manfaat ekonomi,” ujarnya.
Selain garmen dan peternakan ayam, Lapas Narkotika Jakarta juga memiliki berbagai program pembinaan lainnya seperti mebel, bengkel, perkebunan, budidaya maggot BSF, hingga pangkas rambut. Program-program tersebut diharapkan meningkatkan pembinaan kemandirian, produktivitas, serta pemberdayaan Warga Binaan agar lebih siap kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat.***
