Notification

×

Iklan

Iklan

Pangkoarmada II Ikuti Konferensi Pers TNI AL Terkait Hasil Operasi Keamanan Laut Jajaran Koarmada RI

Rabu, 13 Mei 2026 | Mei 13, 2026 WIB Last Updated 2026-05-13T16:32:59Z
Pangkoarmada II Ikuti Konferensi Pers TNI AL Terkait Hasil Operasi Keamanan Laut Jajaran Koarmada RI. (Sumber: Puspen TNI)

Surabaya, Info Publikasi - Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., mengikuti pelaksanaan konferensi pers TNI AL terkait hasil operasi keamanan laut jajaran Koarmada RI secara video conference dari Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Koarmada II, Selasa (12/5).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangkoarmada RI Laksdya TNI Dr. Denih Hendrata dan turut dihadiri Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn.) Djamhari Chaniago di Markas Koarmada RI, Jakarta.

Dalam konferensi pers tersebut disampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 TNI AL khususnya Koarmada RI dan jajaran berhasil menggagalkan berbagai tindak penyelundupan dan kejahatan maritim dengan total nilai ekonomi negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp14,7 triliun. 

Selain itu, operasi keamanan laut tersebut juga berhasil menyelamatkan jutaan jiwa dari ancaman narkotika melalui berbagai penggagalan penyelundupan narkoba di wilayah perairan Indonesia.

Memasuki tahun 2026, TNI AL khususnya Koarmada RI terus menunjukkan keberhasilan operasi keamanan laut. Pada Januari 2026 berhasil digagalkan empat kegiatan ilegal dengan potensi kerugian negara sebesar Rp1,5 miliar yang meliputi penyelundupan satwa dan narkotika jenis sabu.

Selanjutnya pada Februari 2026 kembali digagalkan empat kegiatan ilegal dengan nilai potensi kerugian negara mencapai Rp16,2 miliar, di antaranya penyelundupan sianida, pasir timah, rokok ilegal, dan ballpress dengan total barang bukti mencapai 21 ton.

Pada Maret 2026, TNI AL khususnya Koarmada RI berhasil menggagalkan tiga kegiatan ilegal dengan potensi kerugian negara sebesar Rp6,7 miliar dari kasus penyelundupan arang bakau, pasir timah, dan rokok ilegal tanpa cukai sebanyak 70.956 batang. Kemudian pada April 2026 berhasil digagalkan sembilan kegiatan ilegal dengan potensi kerugian negara mencapai Rp51,2 miliar yang meliputi penyelundupan sisik trenggiling, ballpress, benih lobster, dan kosmetik ilegal.

Sementara pada Mei 2026, kembali berhasil digagalkan enam kegiatan ilegal dengan potensi kerugian negara sebesar Rp14,9 miliar dari kasus penyelundupan pasir timah, PMI non prosedural, miras, benih lobster, dan rokok ilegal.

Dalam sambutannya, Menko Polhukam Jenderal TNI (Purn.) Djamhari Chaniago yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi kepada TNI AL atas keberhasilan berbagai operasi keamanan laut yang telah dilaksanakan. 

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi sumber daya alam Indonesia dari praktik penyelundupan dan eksploitasi ilegal, sekaligus menjaga masyarakat dari ancaman narkotika yang dapat merusak generasi bangsa.

Menko Polhukam juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI AL dengan berbagai instansi terkait dalam memberantas penyelundupan sumber daya alam maupun narkoba. 

Keberhasilan operasi tersebut menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kekayaan nasional agar dapat dinikmati masyarakat Indonesia serta mendukung program pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita Presiden terkait penguatan reformasi hukum dan pemberantasan kejahatan nasional.***
×
Berita Terbaru Update