Semangat Kartini, KPK Perkuat Peran Perempuan Berintegritas. (Sumber: KPK)
Jakarta, Info Publikasi - Semangat Raden Ajeng Kartini terasa hidup dengan nuansa berbeda di Gedung ACLC Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (16/4). Puluhan perempuan penggiat seni berusia di atas 60 tahun berkumpul dan menyuarakan tekad yang sama dalam seminar bertajuk “Perempuan Tangguh, Perempuan Berintegritas”. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi KPK melalui Direktorat Sosialisasi Antikorupsi (Soskam) bersama komunitas Angklung Perempuan Indonesia (API).
Direktur Soskam KPK, Amir Arief, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini tidak seharusnya berhenti pada seremoni atau semangat emansipasi semata. Lebih dari itu, momentum ini perlu dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali gagasan besar Kartini, terutama terkait pentingnya pendidikan sebagai salah satu jalan pemberantasan korupsi, khususnya di lingkungan komunitas perempuan.
“Perempuan hari ini sangat mampu menjadi figur kunci dalam peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi. Dari situlah nilai integritas tumbuh dan menyebar, yang dimulai dari diri sendiri, dari rumah, dan dari peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari,"kata Arif.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis, khususnya bagi anggota API, dalam menanamkan nilai integritas dan antikorupsi. Peran ini dapat dimulai dari lingkup keluarga, hingga melahirkan individu-individu berintegritas yang pada akhirnya berkontribusi pada terbentuknya masyarakat yang bebas dari korupsi.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif para anggota API yang mayoritas berusia di atas 60 tahun dalam menyuarakan nilai antikorupsi secara konsisten. Menurutnya, usia tidak menjadi penghalang untuk terus berkontribusi dalam menggaungkan semangat integritas.
Ke depan, Amir berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas, sekaligus memperkuat upaya pembudayaan nilai antikorupsi melalui peran aktif perempuan penggiat seni.
Senada dengan itu, tokoh perempuan, Okky Asokawati, menilai bahwa gerakan perempuan memiliki kekuatan besar dalam mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan.
“Integritas bukan hanya soal kejujuran, tetapi juga mencakup komitmen, keadilan, dan kesetaraan. Ketika perempuan memegang nilai-nilai tersebut, dampaknya akan luas bagi masyarakat dan bangsa,” ungkapnya di Gedung ACLC KPK, Jakarta.
Ia juga menekankan peran perempuan sebagai mitra strategis dalam keluarga, termasuk sebagai pengingat dan penguat bagi pasangan agar tetap berada pada jalur yang benar. Dalam konteks ini, perempuan menjadi bagian penting dalam ekosistem pencegahan korupsi yang dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.
“Gerakan perempuan tanpa integritas akan rapuh karena tidak adanya kepercayaan publik. Sebaliknya, integritas tanpa aksi tidak akan menghasilkan perubahan. Karena itu, pemberdayaan perempuan perlu terus didorong, salah satunya melalui seni angklung dan pendidikan antikorupsi,” tutur Okky.
Alunan angklung yang dimainkan para anggota API turut menjadi simbol bahwa pesan antikorupsi dapat disampaikan secara sederhana, membumi, dan menyentuh. Salah satu anggota API, Shashie Nurul (66), membagikan praktik penanaman nilai integritas dalam keluarga.
“Di rumah, kami membiasakan anak dan cucu untuk tidak mengambil yang bukan haknya. Jika menginginkan sesuatu, termasuk makanan di meja, harus meminta izin. Nilai-nilai sederhana seperti ini yang kami tanamkan,” ujarnya.
Menurut Shashie, keterlibatannya di API tidak hanya menjadi sarana menyalurkan minat di bidang seni, tetapi juga ruang untuk tetap produktif dan berkontribusi dalam menyebarkan nilai antikorupsi. Ia berharap gerakan ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak perempuan di berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari kesadaran individu. Dalam semangat Raden Ajeng Kartini, perempuan Indonesia diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai integritas, mulai dari keluarga hingga masyarakat luas.
Kegiatan ini diikuti oleh 150 anggota API yang hadir mengenakan kebaya, sekaligus menyemarakkan semangat Hari Kartini melalui perpaduan budaya dan nilai antikorupsi.***
