Notification

×

Iklan

Iklan

Kemenhut Turunkan Manggala Agni Amankan Jalur Mudik Sumatera dari Karhutla

Selasa, 17 Maret 2026 | Maret 17, 2026 WIB Last Updated 2026-03-17T16:04:16Z
Kemenhut Turunkan Manggala Agni Amankan Jalur Mudik Sumatera dari Karhutla. (Sumber: Kemenhut)

Riau, Info Publikasi - Kementerian Kehutanan terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyiagakan dukungan sumber daya darat dan udara di Provinsi Riau sebagai langkah antisipasi terhadap potensi eskalasi kejadian karhutla menjelang Idul Fitri 1447 H. Saat ini Kemenhut telah menurunkan tiga regu Manggala Agni untuk mengamankan karhutla di Rantau Bais, Rohil, Riau

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri, Senin (16/03/2026) menyampaikan bahwa Kemenhut melakukan penanganan karhutla di Rantau Bais, Rokan Hilir dengan menerjunkan tiga regu Manggala Agni bantuan BKO dari Daops Manggala Agni Sumatera VI/ Siak, BKO dari Daops Manggala Agni Sumatera II/Labuhanbatu Selatan, dan satu regu dari Daops Manggala Agni Sumatera V/Dumai. Hingga hari ini, kondisi sudah membaik yang ditunjukkan dengan jalur lintas Riau - Sumut aman tanpa gangguan asap.

Selain mengamankan jalur mudik Riau- Sumut, beberapa regu Manggala Agni juga dikerahkan untuk menangani karhutla di Kampar, Bengkalis, Dumai dan Pelalawan dengan mendatangkan tambahan pasukan dari Daops Manggala Agni Sumatera XI/Bukit Tempurung- Jambi untuk mendukung Daops Manggala Agni Sumatera VII/Rengat.

Thomas menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan website SiPongi dari Satelite Nasa-Terra/Aqua dengan confidence level high pada bulan ini sampai dengan 15 Maret 2026, di wilayah Riau terpantau 49 hotspot/ titik panas yang tersebar di kabupaten Pelalawan (42), Indragiri Hilir (2), Dumai (4), dan Kampar (1).

“Seiring dengan terpantaunya hotspot pada sejumlah lokasi, Manggala Agni bersama pihak terkait lainnya di daerah juga melaporkan upaya penanganan karhutla. Pada 1 – 15 Maret 2026 telah dilaksanakan penanganan karhutla sebanyak 48 kali operasi dengan luas areal yang berhasil ditangani yaitu 78,2 Ha di Kabupaten/ Kota Dumai, Bengkalis, Pelalawan, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, dan Kampar,” jelas Thomas.

“Selain operasi pemadaman karhutla, penguatan pemantauan melalui patroli udara juga dilakukan untuk meningkatkan deteksi dini serta mempercepat respons penanganan di lapangan. Mobilisasi helikopter patroli udara jenis Bell saat ini sedang approaching menuju Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru untuk mendukung kegiatan patroli udara dalam rangka pemantauan wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau,” ujarnya.

Thomas mengatakan bahwa operasi patroli udara direncanakan berlangsung hingga akhir April dengan total waktu operasi sekitar 65 jam terbang. Selama pelaksanaan kegiatan tersebut, Tim Satgas Udara akan berposko di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru sebagai pusat koordinasi pelaksanaan patroli udara di wilayah Riau.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Komandan Lanud Roesmin Nurjadin beserta jajaran, khususnya Kadis Ops dan Kasi Ops Lanud Roesmin Nurjadin, atas dukungan dan kerja sama yang sangat baik dalam mendukung kesiapsiagaan pengendalian karhutla melalui patroli udara. Tim patroli udara yang beranggotakan unsur Kementerian Kehutanan, BPBD, DLHK, Basarnas, TNI AU, serta Pemerintah Daerah Provinsi Riau akan melaksanakan patroli udara secara terjadwal guna memperkuat pemantauan wilayah rawan serta mendukung deteksi dini kejadian kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.***
×
Berita Terbaru Update