Siswa Vokasi Kemenperin Siap Taklukkan Kompetisi Global di Shanghai. (Sumber: Kemenperin)
Jakarta, Info Publikasi - Kementerian Perindustrian terus memperkuat kesiapan talenta muda dari sekolah vokasi naungannya untuk berlaga di ajang WorldSkills Competition (WSC) 2026, yang akan digelar di Shanghai, Tiongkok, sebagai langkah nyata mendukung Asta Cita dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) serta penguasaan sains dan teknologi guna mengakselerasi transformasi Making Indonesia 4.0.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa pengakuan global terhadap kualitas lulusan vokasi Indonesia menjadi modal penting dalam memperkuat posisi nasional di mata dunia.
“Indonesia perlu menanamkan semangat agar generasi muda tumbuh dengan motivasi menciptakan inovasi baru. Keikutsertaan talenta muda Indonesia dalam ajang kompetisi internasional sebagai ruang belajar yang berharga untuk meningkatkan semangat berinovasi,” kata Menperin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (25/2).
Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Kemenperin melakukan persiapan menuju kompetisi keterampilan tingkat dunia ini bekerja sama dengan PT Festo dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyatakan bahwa persiapan menuju WSC Shanghai 2026 dilaksanakan melalui kolaborasi yang solid dan terintegrasi dengan Kemendikdasmen dan PT Festo dalam melakukan seleksi talenta, penguatan kompetensi teknis, serta pendampingan peserta.
“Kami memastikan ekosistem pelatihan yang diikuti siswa vokasi Kemenperin telah mengadopsi standar teknologi industri 4.0 tingkat dunia,” ucapnya.
WorldSkills Competition (WSC) adalah kompetisi keterampilan internasional terbesar di dunia, yang mempertemukan pemuda, industri, pemimpin pendidikan, dan pemerintah dari seluruh dunia untuk memajukan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi dan Teknik.
WSC Shanghai 2026 yang diselenggarakan tanggal 22-27 September 2026 akan mempertandingkan beberapa bidang lomba, salah satunya adalah bidang lomba industri 4.0 yang diikuti oleh peserta dari 12 negara.
Doddy mengungkapkan, SMK-SMTI Padang terpilih mewakili Indonesia pada bidang lomba Industri 4.0 dengan mengirimkan 2 orang siswa terbaiknya. Penunjukan ini merupakan kelanjutan dari prestasi gemilang kedua siswa tersebut yang sebelumnya berhasil meraih Medallion for Excellence pada ASEAN WorldSkills Competition 2025 di Manila, Filipina.
Direktur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kemendikdasmen Arie Wibowo Khurniawan menegaskan bahwa WSC adalah ajang yang menjadi tolak ukur internasional untuk merevitalisasi pendidikan vokasi di Indonesia, di antaranya mengukur kualitas pembelajaran, kompetensi guru, dan sarana prasarana SMK agar sesuai standar industri global.
“Indonesia rutin berpartisipasi dan kita akan bersiap menjadi tuan rumah pada ASEAN WorldSkills 2027,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari optimistis bahwa kedua siswa yang akan berkompetisi di WSC Shanghai 2026 tidak hanya membawa medali tetapi juga membawa pulang keahlian tingkat tinggi yang akan memperkuat struktur industri manufaktur nasional di masa depan.
“Keikutsertaan mereka diharapkan menjadi pembuktian bahwa ekosistem vokasi Kemenperin mampu menghasilkan smart talent yang siap menghadapi era manufaktur cerdas dan mendukung investasi industri masa depan di Indonesia,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kemenperin juga mengirimkan 2 siswa dari SMK-SMTI Pontianak untuk bertanding pada ajang WSC 2024 di Lyon, Perancis. Kedua siswa berhasil mendapatkan peringkat ke-13 dari 21 negara peserta dengan mengalahkan negara-negara maju seperti Inggris, Jepang, Finlandia, Polandia, dan Korea Selatan.***
