Menteri Agus Tinjau Produksi Paving FABA Berkualitas di Lapas Tangerang. (Sumber: Kemenimipas)
Tangerang, Info Publikasi - Upaya pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui pengolahan limbah industri kembali diperkuat. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, meninjau langsung kegiatan produksi paving block berbahan fly ash bottom ash (FABA) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang pada Kamis (12/2).
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan hasil kerja sama strategis dengan PT PLN (Persero) dalam membina Warga Binaan agar memiliki keterampilan bernilai ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agus memperkenalkan produk material bangunan hasil pembinaan yang diproduksi di dalam lapas. Program ini merupakan bagian dari pendekatan pembinaan berbasis keterampilan produktif, dengan memanfaatkan limbah FABA dari PLTU sebagai bahan baku paving block dan batako. Produksi dilakukan oleh 35 warga binaan yang bekerja dalam dua sif setiap harinya.
“Hari ini, dengan mengundang beliau-beliau dan rekan-rekan media, kami memperkenalkan produk yang merupakan hasil kerja sama dengan PLN yang sudah luar biasa membimbing kegiatan pembinaan Warga Binaan, dengan harapan ini bisa memberikan kontribusi bagi terwujudnya bahan bangunan yang murah yang bisa mendukung apa yang menjadi program Bapak Presiden,” ujar Menteri Agus.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa FABA memiliki kualitas material yang unggul dan dapat menekan biaya produksi. Pihaknya juga menambahkan bahwa kolaborasi ini menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan biaya lebih kompetitif dan siap mendukung program pembangunan nasional.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan, menyampaikan apresiasinya setelah menyaksikan langsung proses produksi di dalam lapas. Menurutnya, penggunaan FABA mampu menekan biaya pembangunan serta dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembangunan perumahan hingga infrastruktur skala kecil.
Secara konkret, pabrik FABA di Lapas Tangerang telah memproduksi ratusan ribu paving block dengan merek “Jawara Beton”, mayoritas telah terserap pasar, mulai dari rumah ibadah, pengembang permukiman hingga instansi pemerintah. Warga Binaan yang terlibat juga memperoleh premi dari hasil produksi, sehingga tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi langsung.
Melalui kolaborasi ini, pembinaan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan kompetensi kerja yang relevan dan produktif. Inisiatif ini sekaligus mendukung pengelolaan limbah industri secara berkelanjutan serta menghadirkan alternatif bahan bangunan yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas.***
