Notification

×

Iklan

Iklan

Kementerian Ekraf Perkuat Kolaborasi dengan ICCN untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah

Jumat, 13 Februari 2026 | Februari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-02-13T15:49:29Z
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Indonesia Creative Cities Network (ICCN) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta. (Sumber: Kemenekraf)

Jakarta, Info Publikasi - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memperkuat rencana aksi pengembangan ekonomi kreatif dari daerah melalui pertemuan dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Pembahasan termasuk tentang sinergi program pemerintah dengan jejaring kota kreatif dalam memperkuat pengembangan ekonomi kreatif.

“Kami melihat ICCN telah menjadi mitra strategis dari kementerian, karena passion dan keseriusan dari pengurusnya, baik pusat hingga daerah. Memang mencerminkan pemahaman, tidak hanya sekadar euforia saja tetapi pemahaman yang bisa ditransformasikan ke dalam data,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta pada Kamis, 12 Februari 2026.

Dalam audiensi tersebut, ICCN memaparkan berbagai inisiatif yang selaras dengan agenda Kementerian Ekraf, khususnya dalam mendukung implementasi kebijakan di daerah. Kehadiran ICCN sebagai mitra strategis dinilai mampu memperluas jangkauan program kementerian melalui jaringan anggota yang tersebar di berbagai provinsi.

Menteri Ekraf Teuku Riefky menambahkan, dengan sebaran anggota yang luas, ICCN diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program kementerian di berbagai wilayah. Pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam memperkuat daya saing ekonomi kreatif daerah.

Sementara itu Ketua Umum ICCN TB. Fiki C. Satari menyampaikan bahwa organisasi yang kini telah hadir di 38 provinsi dengan 113 pengurus dan 628 tim korda tersebut memiliki enam kedeputian yang diselaraskan dengan klaster program kerja Kementerian Ekraf. ICCN juga mengembangkan platform data bernama Kompas Navigasi untuk mendukung perumusan kebijakan pusat dan daerah.

“Kompas Navigasi Kebijakan Ekonomi Kreatif ini bertujuan memetakan potensi, tantangan, serta karakteristik setiap kabupaten dan kota. Peta ini menavigasi pemerintah dan pemangku kepentingan mengenai siapa melakukan apa, bagaimana, dan kapan, termasuk jenis intervensi yang dibutuhkan dari sisi SDM, insentif, riset, maupun kebijakan,” jelas Fiki.

Melalui Kompas Navigasi Kebijakan Ekonomi Kreatif, ICCN merekomendasikan rencana aksi untuk transformasi melalui: penguatan fondasi ekosistem, akselerasi kuadran PRIMA (Arsitektur, DKV, Periklanan, Seni Pertunjukan), intervensi terfokus kuadran potensial dan berkembang serta transformasi kuadran tertinggal (Kuliner, Kriya, Fesyen dll).

Melalui penguatan kemitraan dengan ICCN, Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi, berbasis data, dan berkelanjutan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi dari daerah hingga tingkat nasional.

Audiensi tersebut dihadiri jajaran pengurus ICCN antara lain Ketua Harian Vicky Arief Herinadharma, Bendahara Umum Andre Dubari, Wakil Bendahara Umum Robby Herawan, serta para deputi dan komite eksekutif.

Sedangkan Menteri Ekraf Teuku Riefky didampingi Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan Anggara Hayun Anujuprana, Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fahmy Akmal, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran Radi Manggala, serta Tenaga Ahli Menteri Gemintang K. Mallarangeng.***
×
Berita Terbaru Update