Wamenkeu Nurkholisoh Ingatkan Awardee LPDP untuk Kembali Mengabdi kepada Indonesia. (Sumber: Kemenkeu)
Jakarta, Info Publikasi - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman berpesan kepada 214 penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Angkatan 286 untuk tidak melupakan tujuan awal menempuh pendidikan, yakni kembali ke Indonesia dan mengabdikan ilmu bagi kemajuan bangsa. Kesempatan belajar melalui beasiswa LPDP merupakan amanah dari negara dan masyarakat yang harus dijawab dengan integritas serta kontribusi nyata. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP Angkatan 286 bertajuk Bara Jenggala: Tumbuh Bersama, Menyala untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (4/11).
Dalam sambutannya, Wamenkeu mengingatkan bahwa dana beasiswa LPDP bersumber dari APBN yang dihimpun dari kontribusi masyarakat. Di dalamnya terdapat pajak yang dibayarkan berbagai lapisan masyarakat. Tidak semua masyarakat yang berkontribusi tersebut memiliki kesempatan untuk merasakan pendidikan tinggi atau bahkan bepergian ke luar negeri. Oleh karena itu, penerima beasiswa perlu memahami bahwa kesempatan yang mereka peroleh bukan sekadar fasilitas untuk kepentingan pribadi.
“Beasiswa LPDP ini bukan hadiah, bukan giveaway. Ini adalah amanah dari seluruh rakyat Indonesia. Orang yang diberi amanah itu wajarnya berterima kasih, salah satunya dengan menjadi patriot. Patriot adalah orang yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” tegas Wamenkeu.
Ia juga mengingatkan para awardee mengenai berbagai pilihan yang akan dihadapi selama berada di luar negeri, termasuk tawaran pekerjaan dengan penghasilan besar dan kesempatan untuk menetap di negara lain. Menurutnya, setiap penerima beasiswa harus tetap berpegang pada komitmen awal, menjaga integritas, dan tidak mengesampingkan tanggung jawab kepada negara. Wamenkeu menitipkan tiga pesan yang perlu dipegang selama menjalani pendidikan, yaitu niat, giat, dan manfaat.
Niat berarti meluruskan tujuan sejak awal keberangkatan. Para awardee harus memiliki tekad untuk pergi menuntut ilmu dan kembali ke Indonesia untuk mengabdi. Niat tersebut perlu terus diingat, terutama ketika menghadapi kesulitan selama masa studi. Sementara itu, giat berarti memiliki semangat belajar yang tinggi, terus mencari ilmu, dan tidak cepat berpuas diri.
Wamenkeu juga mengingatkan agar teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dimanfaatkan sebagai alat bantu tanpa mengabaikan integritas akademik. Para penerima beasiswa tetap harus menjunjung kejujuran dalam belajar dan melakukan penelitian.
Selanjutnya, manfaat berarti menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang dapat dibagikan dan memberikan dampak bagi orang lain. Selama berada di luar negeri, para awardee didorong untuk aktif membangun jejaring, mengikuti diskusi, berbagi pengetahuan, serta menjalin kolaborasi dengan akademisi dan komunitas internasional. Bekal tersebut diharapkan dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan untuk pembangunan Indonesia.
Wamenkeu turut mengaitkan semangat pengabdian tersebut dengan peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November. Menurutnya, perjuangan masa kini tidak selalu dilakukan dengan senjata. Penguasaan ilmu pengetahuan, integritas, dan kepedulian terhadap sesama juga merupakan bentuk perjuangan untuk bangsa.
“Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi yang dibutuhkan adalah orang pintar yang berintegritas, punya kepedulian, dan patriot. Dulu pahlawan berjuang dengan senjata, Anda semua bisa menjadi pahlawan dengan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
PK LPDP Angkatan 286 diikuti oleh 214 penerima beasiswa yang terdiri atas 122 penerima jenjang magister dan 92 penerima jenjang doktoral. Sebanyak 174 orang akan melanjutkan pendidikan di luar negeri dan 40 orang di dalam negeri. Para penerima beasiswa tersebut akan menempuh pendidikan di 16 negara tujuan.
Menutup arahannya, Wamenkeu mengajak seluruh penerima beasiswa untuk membawa nama baik Indonesia selama menempuh pendidikan dan tidak melupakan tanggung jawab setelah menyelesaikan studi.
“Kita pergi untuk kembali. Saya tunggu Anda pulang, saya tunggu kontribusi Anda. Selamat membawa Merah Putih,” pungkas Wamenkeu.***
