Menko Airlangga: Penguasaan Teknologi dan Talenta Generasi Muda yang Digital Literate Jadi Kunci Next Economy. (Sumber: Kemenko Perekonomian)
Semarang, Info Publikasi - Di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang penyampaian informasi mengenai berbagai kebijakan ekonomi yang telah dilakukan Pemerintah terus diperkuat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, salah satunya menyasar kalangan civitas akademika, sehingga kebijakan yang ditempuh dapat dipahami secara lebih luas. Hingga saat ini, Indonesia masih menunjukkan ketahanan ekonomi dengan capaian pertumbuhan pada Semester I – 2026 sebesar 5,45% (ctc), ditopang konsumsi domestik dan investasi.
Dalam menjawab tantangan global mendatang, Indonesia perlu terus mengoptimalkan potensi ekonomi domestik dan memperkuat fondasi pertumbuhan. Stabilitas ekonomi, pengendalian inflasi, investasi, serta terjaganya daya beli masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga momentum pertumbuhan. Inflasi pada September 2026 tercatat sebesar 3,28%, sementara berbagai kebijakan strategis terus diarahkan untuk memperluas kesempatan ekonomi dan memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Indonesia harus terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan baru. Kita tidak hanya perlu menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan produktivitas, memperkuat industri, dan menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan ekonomi ke depan,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Kuliah Umum dan Penyerahan Beasiswa DPP Universitas Negeri Semarang (UNNES) Tahun 2026, Jumat (09/10).
Salah satu strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah yakni melalui hilirisasi. Indonesia memiliki sumber daya alam dan komoditas strategis yang dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi, didukung teknologi dan keterkaitan industri yang semakin kuat. Hasilnya terlihat pada kinerja ekspor produk mineral dan logam yang meningkat dari sekitar USD1,4 miliar pada 2016 menjadi USD35 miliar pada 2025. Selain itu, diversifikasi produk turunan kelapa sawit meningkat dari 54 menjadi 208 produk, sedangkan ekspor kelapa terus didorong tumbuh mencapai 50%.
Selain hilirisasi, transformasi digital menjadi salah satu peluang besar yang perlu dimanfaatkan untuk mempercepat peningkatan produktivitas. Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia perlu memastikan mampu menjadi pengembang, inovator, dan produsen nilai tambah digital. Ekosistem yang menghubungkan pusat data (data center), Artificial Intelligence (AI), semikonduktor, dan talenta digital menjadi semakin penting dalam menentukan arah perkembangan industri dan daya saing ekonomi pada masa mendatang.
Penguasaan teknologi tersebut perlu diperkuat melalui pengembangan ekosistem industri, kerja sama internasional, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah juga telah melakukan kerja sama pengembangan teknologi semikonduktor dengan ARM Holdings dari Inggris sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan desain semikonduktor dan menyiapkan talenta yang dibutuhkan industri. Langkah tersebut diharapkan dapat memperbesar partisipasi Indonesia dalam rantai pasok teknologi global.
Di tingkat internasional, Indonesia juga memperkuat perannya dalam pengembangan dan tata kelola AI melalui keikutsertaan sebagai anggota pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) sebagai wadah kerja sama internasional untuk mendorong pengembangan dan tata kelola AI. Di kawasan ASEAN, penguatan kerja sama melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA) juga menjadi peluang untuk memperluas integrasi ekonomi digital dan membuka kesempatan baru bagi pelaku usaha serta tenaga kerja Indonesia.
Penguatan ekonomi digital perlu diiringi dengan penyiapan SDM yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri. Pemerintah juga mendorong berbagai program pengembangan talenta digital, antara lain melalui pertukaran talenta teknologi dengan Singapura, pengembangan ekosistem usaha rintisan digital, insentif Super Tax Deduction hingga 200 persen untuk kegiatan tertentu yang memenuhi ketentuan, serta program Digital Talent Scholarship.
Selain transformasi digital, transisi menuju energi dan industri hijau juga menjadi mesin pertumbuhan baru. Kebutuhan listrik nasional diperkirakan meningkat pada 2030 seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan perkembangan industri. Untuk mendukung kebutuhan energi tersebut, Presiden mendorong pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga kapasitas 100 gigawatt. Pengembangan energi surya juga perlu didukung dengan sistem penyimpanan energi (battery energy storage system) agar pasokan listrik dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, perluasan akses pasar internasional tetap menjadi bagian penting dalam strategi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah terus memperkuat kerja sama perdagangan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas peluang ekspor produk Indonesia, termasuk melalui perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa, Australia, Kanada, Korea Selatan, dan Swiss, guna memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing dan ekspor produk Indonesia. Berbagai perjanjian tersebut akan membuka peluang peningkatan ekspor berbagai produk unggulan, termasuk minyak kelapa sawit, alas kaki, kopi, furnitur, serta produk pertanian dan perikanan.
“Anak-anak muda ini menjadi digital literate dibandingkan dengan eyang dan buyut-buyutnya, jadi ini adalah the next economy yang harus kita kuasai. Kita mendorong artificial intelligence, semi-conductor, dan talenta digital karena kebutuhan kerja akan berbeda dengan mereka yang bekerja di sektor industri padat karya dan di sektor industri padat modal,” jelas Menko Airlangga.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan. Pada tahun 2026, dukungan Dewan Penyantun Pendidikan menjangkau 531 mahasiswa selama empat tahun masa perkuliahan, dimana jumlah tersebut meningkat dibandingkan 376 mahasiswa pada 2024 dan 506 mahasiswa pada 2025. Hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikannya.
“Penyampaian informasi bagi masyarakat semacam ini, termasuk civitas akademika jadi upaya Pemerintah untuk mendorong pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam mengawal agenda pembangunan. Tadi juga Bapak Menko Airlangga berpesan agar mahasiswa ini terus menguasai keilmuan utama, terus belajar, lifelong learning, meningkatkan literasi digital, pengolahan data, serta pemanfaatan AI,” imbuh Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Rektor beserta jajaran, Majelis Wali Amanat, dan Dewan Penyantun Pendidikan Universitas Negeri Semarang.***
