Notification

×

Iklan

Iklan

Madu AOK BE Masuk Galeri UMKM, Lapas Tanjungpandan Buka Akses Pasar Produk Warga Binaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | Oktober 13, 2026 WIB Last Updated 2026-10-13T15:30:45Z
Madu AOK BE Masuk Galeri UMKM, Lapas Tanjungpandan Buka Akses Pasar Produk Warga Binaan. (Sumber: Ditjenpas)

Bangka Belitung, Info Publikasi - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan perluas pemasaran produk unggulan hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui skema konsinyasi atau titip jual Madu AOK BE di Galeri UMKM Nyulo dan Sepiak Belitung, Selasa (13/10).

Langkah ini bertujuan memperluas akses pasar sekaligus memperkenalkan produk hasil pembinaan kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Belitung.

Pemasaran di kedua galeri tersebut diharapkan membuat Madu AOK BE semakin dikenal dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. Skema konsinyasi memungkinkan produk dipasarkan melalui gerai mitra di luar lingkungan Lapas.

Kepala Lapas Tanjungpandan, Muhammad Rolan, menegaskan bahwa perluasan pemasaran merupakan bagian penting dari kesinambungan program pembinaan kemandirian.

Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak cukup diukur dari kemampuan Warga Binaan menghasilkan produk, tetapi juga dari terbukanya peluang agar produk tersebut memiliki nilai ekonomi dan diterima masyarakat.

“Pembinaan kemandirian harus memiliki hasil yang nyata. Madu AOK BE bukan sekadar produk yang dihasilkan Warga Binaan, melainkan bukti bahwa mereka memiliki potensi, keterampilan, dan kesempatan untuk berkarya secara produktif. Karena itu, kami terus mendorong perluasan pemasaran melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM agar produk ini semakin dikenal dan memiliki daya saing,” ujar Rolan.

Ia menambahkan, kerja sama dengan mitra usaha jadi salah satu strategi untuk menghubungkan proses pembinaan di dalam Lapas dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian, kegiatan kerja tidak berhenti pada proses produksi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi Warga Binaan.

Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Tanjungpandan, Pirmansyah, menjelaskan bahwa pemasaran melalui Galeri Nyulo dan Sepiak Belitung merupakan langkah konkret untuk memperluas distribusi Madu AOK BE. Pemilihan gerai UMKM sebagai mitra diharapkan dapat mendekatkan produk kepada konsumen sekaligus memperkenalkan merek tersebut kepada masyarakat.

“Kami ingin produk hasil pembinaan ini memiliki jalur pemasaran yang jelas dan berkelanjutan. Melalui sistem titip jual, Madu AOK BE dapat menjangkau konsumen di luar Lapas tanpa hanya mengandalkan pemasaran secara langsung. Ini menjadi bagian dari upaya kami membangun kesinambungan antara pembinaan, produksi, promosi, dan pemasaran,” ungkap Pirmansyah.

Menurutnya, perluasan akses pasar juga jadi motivasi bagi Warga Binaan untuk terus meningkatkan keterampilan, menjaga kualitas produk, serta memahami bahwa hasil kerja mereka berpeluang dikembangkan menjadi usaha bernilai ekonomi.

Sementara itu, Brand Marketing Sepiak Belitung, Fitri, menyambut positif pemasaran Madu AOK BE melalui galeri UMKM. Menurutnya, kehadiran produk tersebut memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal hasil karya Warga Binaan sekaligus menambah pilihan produk lokal yang tersedia bagi konsumen.

“Kami menyambut baik kehadiran Madu AOK BE di galeri Sepiak Belitung. Produk ini memiliki cerita di balik proses pembuatannya, yaitu tentang pembinaan, keterampilan, dan semangat untuk menghasilkan karya yang bernilai. Kami berharap melalui pemasaran ini, semakin banyak masyarakat yang mengenal Madu AOK BE dan memberikan apresiasi terhadap produk hasil pembinaan Warga Binaan,” ujar Fitri.

Pemasaran melalui Galeri Nyulo dan Sepiak Belitung jadi bagian dari upaya Lapas Tanjungpandan membangun ekosistem usaha bagi produk hasil pembinaan kemandirian. Kolaborasi dengan pelaku UMKM diharapkan dapat mempertemukan produk dengan pasar yang lebih luas sekaligus mendorong kepercayaan masyarakat terhadap kualitas dan potensi karya Warga Binaan.***
×
Berita Terbaru Update