Notification

×

Iklan

Iklan

26 Bunda PAUD Terima Apresiasi, Pemkot Pekalongan Evaluasi Program Jaring AUD

Sabtu, 31 Oktober 2026 | Oktober 31, 2026 WIB Last Updated 2026-11-01T14:56:41Z
26 Bunda PAUD Terima Apresiasi, Pemkot Pekalongan Evaluasi Program Jaring AUD. (Sumber: Pemkot Pekalongan)

Pekalongan, Info Publikasi - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat pemerataan dan peningkatan mutu layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui program Jaring Anak Usia Dini (Jaring AUD). Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi panduan sekaligus monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Jaring AUD Tahun 2026, yang dirangkaikan dengan Apresiasi Bunda PAUD Kota Pekalongan, berlangsung di aula Dinarpus setempat, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Sherly Imanda Hidayah, Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan serta jajaran terkait.

Pada kesempatan tersebut, Inggit menuturkan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada Bunda PAUD yang aktif menjalankan program serta menghadirkan dampak positif bagi masyarakat di wilayah masing-masing.

Apresiasi diberikan tidak semata-mata berdasarkan jumlah kegiatan, tetapi juga mempertimbangkan keaktifan Bunda PAUD dan manfaat nyata program yang telah dilaksanakan. Kegiatan ini diikuti 26 Bunda PAUD, terdiri atas empat Bunda PAUD kecamatan dan 22 Bunda PAUD kelurahan.

“Yang kami nilai bukan hanya banyaknya program, tetapi juga keaktifan Bundanya serta dampak dari program tersebut bagi masyarakat di wilayahnya,” tuturnya.

Selain pemberian apresiasi, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi panduan Jaring AUD yang telah disusun oleh Pokja Bunda PAUD Kota Pekalongan. Panduan tersebut nantinya dibagikan kepada Bunda PAUD tingkat kecamatan dan kelurahan sebagai pedoman pelaksanaan program yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Menurutnya, tantangan dalam pemerataan layanan PAUD, mulai dari akses, kondisi ekonomi keluarga hingga pola pikir orang tua, perlu disikapi sebagai bahan evaluasi dan upaya perbaikan.

“Perbedaan kondisi di setiap wilayah jangan menjadi penghalang, tetapi justru menjadi pijakan untuk menghadirkan layanan PAUD yang semakin baik, bermutu, dan berkualitas,” imbuhnya.

Sementara itu, Sherly menjelaskan, program Jaring AUD juga menjadi bagian dari upaya mendukung implementasi Wajib Belajar 13 Tahun, khususnya dalam memastikan anak usia 5–6 tahun memperoleh akses pendidikan sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Dengan kegiatan monitoring dan evaluasi, pihaknya juga mendorong Bunda PAUD untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi Pijar sebagai sarana mendokumentasikan kegiatan dan berbagi praktik baik yang telah dilaksanakan di wilayah masing-masing.

“Melalui aplikasi Pijar, berbagai kegiatan dan praktik baik Bunda PAUD dapat terpotret dan menjadi salah satu bahan penilaian. Selain itu, kami juga melihat laporan serta capaian program yang telah dilaksanakan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan apresiasi, terdapat sejumlah kategori penghargaan yang diberikan, di antaranya Bunda PAUD Peduli, Kolaborasi, Inovasi, Inspiratif, dan Advokasi. Evaluasi juga dilakukan untuk mengidentifikasi kendala, termasuk pergantian pengurus maupun keterbatasan waktu dalam pengisian aplikasi.

Dari hasil pelaksanaan program Jaring AUD, Dinas Pendidikan mencatat sebanyak 33 anak yang teridentifikasi dan diharapkan dapat segera memperoleh beasiswa dari Bank Jateng.

Ke depan, hasil monitoring dan evaluasi akan ditindaklanjuti melalui pemetaan peran masing-masing pendidik serta penguatan koordinasi dengan Bunda PAUD di seluruh wilayah. Dengan demikian, sinergi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam memperluas akses serta meningkatkan kualitas layanan PAUD sebagai fondasi pendidikan anak.***
×
Berita Terbaru Update