KKP - ISI Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan BMKT untuk Ilmu Pengetahuan dan Seni. (Sumber: KKP)
Jakarta, Info Publikasi - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berkolaborasi memanfaatkan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) untuk mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan seni di Indonesia.
Kolaborasi KKP dan ISI ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama dilakukan di Yogyakarta oleh Direktur Sumber Daya Kelautan, Frista Yorhanita, bersama Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, serta disaksikan oleh Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi menjelang akhir Agustus lalu.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap fragmen yang memiliki nilai sejarah dapat dihidupkan kembali melalui ilmu pengetahuan, seni, dan pendidikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (3/9).
Pendekatan kolaboratif dengan perguruan tinggi seni menjadi strategi penting KKP untuk mengenalkan kekayaan sumber daya kelautan nonhayati kepada generasi muda. BMKT merupakan bagian dari identitas maritim bangsa yang tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga dapat menjadi sumber inovasi dan media edukasi publik.
Direktur Sumber Daya Kelautan, Frista Yorhanita, menjelaskan ruang lingkup kemitraan ini mencakup lima bidang utama yang saling mendukung. Pertama, penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelaksanaan kuliah umum, bimbingan teknis, hingga program magang mahasiswa. Kedua, pemanfaatan BMKT sebagai media pembelajaran, penelitian, dan bahan konservasi berbasis keilmuan.
Ketiga, penguatan tata kelola koleksi BMKT melalui penyusunan katalog, produk kreatif, serta penyusunan pedoman standar tata kelola. Keempat, penyadartahuan dan pengabdian kepada masyarakat terkait pemanfaatan BMKT. Kelima, dokumentasi, publikasi, serta diseminasi informasi digital dan fisik koleksi BMKT secara terstruktur. Perjanjian kerja sama ini berlaku untuk jangka waktu lima tahun (2026–2031).
Langkah ini sejalan dengan komitmen KKP dalam mengoptimalkan pengelolaan barang milik negara dan warisan budaya maritim secara berkelanjutan, yang dalam lima tahun ke depan diwujudkan melalui program nyata seperti kuliah umum, bimbingan teknis, magang mahasiswa, hingga penyusunan karya masterpiece berbasis BMKT bersama ISI Yogyakarta.***
