Notification

×

Iklan

Iklan

Ombudsman RI: Integritas Harus Jadi Fondasi Generasi Muda di Era Digital

Rabu, 26 Agustus 2026 | Agustus 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T11:38:02Z
Ombudsman RI: Integritas Harus Jadi Fondasi Generasi Muda di Era Digital. (Sumber: Ombudsman RI)

Jakarta, Info Publikasi - Anggota Ombudsman Republik Indonesia Nuzran Joher mengajak mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta untuk menjadikan integritas sebagai fondasi dalam menghadapi perkembangan teknologi, menjaga lingkungan, dan memperjuangkan keadilan sosial.

Pesan tersebut disampaikan Nuzran saat menjadi keynote speaker sekaligus membuka secara resmi Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2026, pada Rabu (26/8/2026), di Lapangan Utama Kampus I UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 4.500 mahasiswa baru.

Dalam arahannya, Nuzran mengatakan mahasiswa baru tidak lagi sekadar menjadi penerima ilmu, tetapi memiliki peran sebagai pemberi arah, agen perubahan, dan penjaga nilai bagi bangsa.

"Teknologi tanpa integritas melahirkan kejahatan siber dan penyebaran hoaks. Kepedulian lingkungan tanpa keberanian hanya akan melahirkan pembiaran terhadap perusakan alam. Dan semua inovasi itu tidak akan bermakna jika tidak bermuara pada keadilan sosial," ujar Nuzran.

Pernyataan tersebut disampaikan sejalan dengan tema besar PBAK 2026, yakni "Cerdas Berteknologi, Bijak Berekologi, Wujudkan Generasi Ulul Albab untuk Peradaban Bangsa", yang dikembangkan melalui gerakan DiGreen (Digital Green) dengan tiga pilar, yaitu Innovation, Green, dan Humanity.

Menurut Nuzran, kecerdasan teknologi dan kepedulian terhadap lingkungan harus berjalan beriringan dengan moral. Ia menilai integritas menjadi kompas agar kemajuan teknologi dan inovasi tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Nuzran juga memperkenalkan peran Ombudsman RI dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik. Ia menjelaskan bahwa Ombudsman menjadi salah satu tempat masyarakat menyampaikan laporan terkait dugaan ketidakadilan, pungutan liar, korupsi, maupun kelalaian penyelenggara negara terutama di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar menyampaikan bahwa, perkembangan teknologi harus diiringi dengan kebijaksanaan manusia dalam menggunakannya. Jangan sampai kebijaksanaan sebagai manusia justru tergantikan oleh alat. Manusia tetap harus menjadi pihak yang bijak dalam memanfaatkan teknologi.

Menurutnya, teknologi merupakan sarana untuk memudahkan kehidupan manusia, termasuk dalam menjalani kehidupan sebagai bagian dari masyarakat. Karena itu, mahasiswa perlu memahami bagaimana teknologi digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.

"Kecerdasan harus berjalan bersama dengan kebijaksanaan, pengetahuan harus melahirkan tanggung jawab, dan prestasi harus memberikan manfaat bagi masyarakat," pesannya.

Setelah pembukaan PBAK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2026 secara resmi oleh Anggota Ombudsman RI Nuzran Joher, kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru dari berbagai fakultas.***
×
Berita Terbaru Update