Notification

×

Iklan

Iklan

Serah Terima Memori Jabatan 3 Pejabat, Wali Kota Ingatkan Plt Selesaikan Prioritas Pekerjaan

Sabtu, 04 Juli 2026 | Juli 04, 2026 WIB Last Updated 2026-07-04T18:23:18Z
Serah Terima Memori Jabatan 3 Pejabat, Wali Kota Ingatkan Plt Selesaikan Prioritas Pekerjaan. (Sumber: Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta, Info Publikasi - Pemerintah Kota Yogyakarta mengadakan serah terima memori jabatan tiga pejabat pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan asisten yang purna tugas kepada pelaksana tugas (Plt). Dokumen memori jabatan itu sebagai panduan bagi Plt melanjutkan estafet kepemimpinan. Terutama terkait pekerjaan dan permasalahan yang harus segera diselesaikan.

Serah terima dokumen memori jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Yogyakarta dari pejabat sebelumnya Yunianto Dwisutono kepada Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra, Agus Arif Nugroho. Serah terima dokumen memori jabatan Kepala Dinas Kesehatan dari pejabat sebelumnya Emma Rahmi Aryani kepada Plt Kepala Dinas Kesehatan Lana Unwanah. Sedangkan dokumen memori jabatan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diknsosnakertrans) dari pejabat sebelumnya Maryustion Tonang kepada Plt Kepala Diknsosnakertrans Patricia Heny Dian Anitasari.

Serah terima dokumen memori jabatan itu disaksikan oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan dan jajaran dinas terkait. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo sudah menugaskan pejabat di lingkungan Pemkot Yogyakarta menjadi Plt di beberapa OPD sampai ada pengisian pejabat definitif. 

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo didampingi Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan memberikan arahan saat serah terima memori jabatan.

"Harapan saya ketika ada memori jabatan, PLT-PLT itu mengamankan jangan sampai meleng (lengah). Jadi kan biasanya kalau tidak diingatkan kadang-kadang enggak nyambung karena tidak tahu masalah yang harus disegerakan," kata Hasto ditemui usai serah terima memori jabatan di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (3/7/2026).

Hasto menyatakan ketika belum bisa menyelesaikan tahapan untuk kepala dinas yang definitif, maka ada pengisian Plt. Pihaknya berharap pejabat yang lama menjelaskan apa-apa yang harus dikerjakan oleh plt. Hasto yakin ada banyak hal krusial yang harus segera diselesaikan dan plt belum mengetahui. Sebelum prosesi serah terima dokumen memori jabatan, Hasto meminta para pejabat lama menyampaikan point-poin pekerjaan dan permasalahan yang menjadi perhatian kepada plt.

Hasto berharap dengan adanya serah terima dokumen memori jabatan itu membuat pergantian pejabat ke plt berjalan lancar dan bisa langsung bekerja. Pihaknya menegaskan surat keputusan terkait penugasan untuk Plt itu sudah diserahkan kepada pejabat yang ditugaskan. Mengingat untuk pengisian pejabat definitif butuh waktu dan proses ke BKN dan lain-lain. Ditargetkan jabatan plt tidak terlalu lama setidaknya, tidak sampai setengah tahun.

Serah terima dokumen memori jabatan Asisten Pemerintahan dan Kesra dari pejabat sebelumnya Yunianto Dwisutono kepada Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Agus Arif Nugroho.

"Kalau nggak diginikan (serah terima memori jabatan), plt belajar sendiri kan lama bisa dua minggu bahkan satu bulan. Kalau ini kan ada yang harus dibaca. Ini lho pekerjaan yang harus diselesaikan. Karena kalau tanya kadang-kadang tidak tahu ke siapa. Katakanlah (plt) Dinas Sosial, kan bukan orang Dinas Sosial, dia dari staf ahli, kan dia enggak tahu urusan yang sosial," terangnya.

Sementara itu Pejabat lama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yunianto Dwisutono mengatakan secara normatif ketugasan asisten seperti terkait koordinasi sudah tercantum dalam regulasi. Namun ada beberapa (pekerjaan rumah) PR yang harus menjadi atensi. Misalnya terkait rumah di dinas yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Pemuda dan Olahraga, di SDN Tamansari 3.

"Juga program primadona Bapak Wali Kota Yogyakarta mengenai bedah rumah. Allhamdulillah sudah berjalan dengan baik dan lancar, hanya saja memang perlu hal-hal yang disempurnakan. Jadi jumlah yang dibedah tahun 2025 adalah 62 rumah dengan CSR. Tahun 2026 bedah rumah sampai Juni mencapai 77 rumah," jelas Yunianto.

Serah terima dokumen memori jabatan Kepala Dinas Kesehatan dari pejabat sebelumnya Emma Rahmi Aryani kepada Plt Kepala Dinas Kesehatan Lana Unwanah.

Pejabat lama Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani memberikan saran perbaikan antara lain kinerja terkait penguatan lintas sektor untuk percepatan penurunan stunting. Termasuk optimalisasi satu kampung satu bidan dan percepatan eliminasi tuberkulosis 2030. 

Sedangkan pejabat lama Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta Maryustion Tonang menyoroti beberapa hal antara lain pembahasan Raperda Penyelenggaraan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, program blasting informasi peluang kerja kepada siswa SMK/SMA. Di samping itu terkait Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan penurunan kemiskinan.

Plt Kepala Diknsosnakertrans Patricia Heny Dian Anitasari menyampaikan siap melajutkan PR-PR dan pekerjaan Dinsosnakertrans dari pejabat sebelumnya. Pihaknya sudah berkoordinasi di internal Dinsosnakertrans. Termasuk lintas opd, misalnya kemarin sudah terjun melakukan penjangkauan gelandangan pengemis.

"Tentu bersama-sama teman-teman Dinsosnakertrans siap melanjutkan apa yang sudah disampaikan Pak Tion," tandas Heny.***
×
Berita Terbaru Update