Penghargaan TSLP Award diberikan saat kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Forum TSLP Kota Yogyakarta tahun 2026. (Sumber: Pemkot Yogya
Yogyakarta, Info Publikasi - Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan apresiasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP) award kepada sejumlah perusahaan yang berkontribusi nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di Kota Yogyakarta. Terutama mendukung pembangunan daerah dan membantu masyarakat. Pemkot Yogyakarta berharap perusahaan-perusahaan lain untuk ikut membantu lewat program CSR.
Penghargaan TSLP Award 2026 diberikan kepada Baznas Kota Yogyakarta, Bank BPD DIY, Supermarket Pamella, PT Sarihusada dan Bank Mandiri. Perusahaan itu telah melaksanakan program CSR di berbagai bidang antara lain bedah rumah tidak layak huni (RTLH) dan pengelolaan sampah.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan Pemkot Yogyakarta mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah berkontribusi melalui program CSR. Pihaknya berharap perusahaan-perusahaan yang lain juga membantu lewat program CSR di Kota Yogyakarta karena selama ini hanya beberapa perusahaan tertentu yang berpartisipasi dan menerima TSLP award.
“Harapan kami nanti perusahaan-perusahaan lain juga banyak membantu untuk ini (CSR),” kata Wawan saat membuka Musrebang TSLP Award di Hotel Harper Yogyakarta.
Wawan berharap acara Musrenbang Forum TSLP Kota Yogyakarta ke depan sedikit dimodifikasi. Terutama agar lebih menarik perusahaan-perusahaan berpartisipasi dalam TSLP. Dicontohkan bisa dikaitkan dengan program Kota Yogyakarta yakni Yogya Kota Pendidikan dengan memberikan beasiswa. Di samping itu bisa mengikuti dengan bidang usaha mereka. Misalnya di bidang pariwisata, hotel-hotel bisa membantu Pemkot Yogyakarta mengonversi becak motor menjadi becak listrik.
“Ini misalnya ada urunan, masing-masing hotel berapa unit. Misalnya bintang lima, urun lima becak misalnya, toh bintang empat berapa. Demikian juga untuk ekonomi bagaimana kita langsung mengeksekusi daerah yang ditunjuk, misalnya pengembangan pariwisata daerah Suryatmajan. Kita tingkatkan, kita benahi menjadi satu kawasan penginapan baru dengan budaya lokal,” terang Wawan ditemui usai membuka musrenbang.
Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah(Bappeda) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono menyatakan Pemkot Yogyakarta memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga yang telah menunjukkan komitmen serta kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah melalui program TSLP. Penghargaan sebagai apresiasi Pemkot Yogyakarta atas kepedulian, partisipasi dan kontribusi perusahaan dan lembaga yang telah menjadi mitra strategis pembangunan Kota Yogyakarta.
“Penghargaan TSLP Award ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun bersama Pemkot Yogyakarta dalam berbagai program prioritas pembangunan. Semoga kolaborasi yang baik ini dapat terus diperkuat sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat dan mampu mendukung akselerasi pembangunan prioritas untuk kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta,” terang Agus.
Dia menjelaskan pelaksanaan TSLP yang berkelanjutan dikolaborasikan bersama Pemkot Yogyakarta untuk menjadikan korporasi sebagai salah satu mitra pembangunan yang tergabung dalam Forum TSLP. Saat ini jumlah perusahaan yang bergabung dalam Forum TSLP Kota Yogyakarta sebanyak 69 perusahaan.
Agus menyebut pada tahun 2025 realisasi program CSR di Kota Yogyakarta mencapai sekitar Rp 5,9 miliar. Alokasi terbesar diarahkan pada program peningkatan kualitas lingkungan hidup, khususnya melalui kegiatan perbaikan RTLH dengan persentase 34,72 persen dan dukungan terhadap program penanggulangan kemiskinan dengan persentase 31,25 persen.
Sedangkan Ketua Forum TSLSP Kota Yogyakarta Gunawan Hasri Baskoro mengajak perusahaan-perusahaan untuk bergabung dalam Forum TSLP. Menurutnya dengan bergabung dalam Forum TSLP adalah langkah strategis untuk memetakan dampak yang lebih besar. Mulai dari mendapat akurasi data dan program yang tepat sasaran karena melalui forum itu bisa berkomunikasi langsung dengan Pemkot Yogyakarta.
“Jadi kita tahu pasti wilayah mana yang paling membutuhkan bantuan. Sehingga tidak ada lagi dua perusahaan memberikan bantuan yang sama di satu lokasi, sementara di lokasi yang lain masih kekurangan. Selain itu efisiensi dan skala dampak lebih luas. Dengan berkolaborasi, kita bisa berbagi peran untuk mendanai proyek sosial dengan skala yang lebih besar. Sesuatu yang mungkin terlalu berat jika ditanggung oleh satu perusahaan sendiri,” jelas Gunawan.
Salah satu penerima penghargaan TSLP Award adalah PT Sarihusada yang dalam kesempatan itu diwakili oleh Stakeholder Relation Manager Indah Kusuma Ayu menyambut baik apresiasi tersebut. Penghargaan TSLP yang diterima di bidang lingkungan terkait penanganan sampah. Kegiatan CSR terkait penanganan sampah dimulai sejak 2023 dari lingkungan terdekat PT Sarihusada yani Muja Muju. Program itu sejalan dengan tiga pilar gerakan CSR perusahaan yakni lingkungan, komunitas dan nutrisi.
“Tentunya senang sekali. Kami sangat menghargai penghargaan dari pemerintah yang kami terima ini. Bagaimana kita bisa membantu lingkungan paling dekat dengan mengelola sampah organik secara bertahap. Kita mulai dari edukasi, kemudian kita juga mendukung masyarakat di Kelurahan Muja Muju dengan memberikan 1.000 losida (Lodong Sisa Dapur). Ini berlanjut sampai sekarang kami juga memberikan edukasi kepada kader-kader lingkungan serta mendampingi bank sampah,” pungkas Indah.***
