Kolaborasi Kemenimipas-Kemenkes Sasar Penurunan Tingkat Prevalensi TBC Warga Binaan. (Sumber: Kemenimipas)
Jawa Tengah, Info Publikasi - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) siap mendukung secara penuh pelaksanaan skrining tuberculosis (TBC) dan cek kesehatan gratis (CKG) di lingkungan pemasyarakatan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, saat memberikan sambutan pada kegiatan Kick Off Skrining TBC dengan Rontgen Dada dan CKG Tahun 2026 bagi Petugas Pemasyarakatan, Tahanan, Narapidana, dan Anak Binaan di seluruh Indonesia, Senin (29/6).
Berpusat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ngaseman Nusakambangan, kolaborasi positif tersebut menjadi upaya dalam menurunkan tingkat prevalensi TBC di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) sekaligus mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di bidang kesehatan. Menteri Agus menjelaskan bahwa kasus prevalensi TBC di lingkungan pemasyarakatan mengalami tren yang menurun. Meskipun demikian upaya optimal dan sistematis masih dibutuhkan guna memberikan jaminan kesehatan bagi warga binaan.
"Data terbaru per Maret 2026 mencatat prevalensi TBC 0,54% dengan temuan 1.464 kasus dari total 271.994 warga binaan. Tren ini memang menurun, tapi ini masih data triwulan satu 2026. Mudah-mudahan (angka prevalensi TBC Warga Binaan) terus menurun, apalagi dengan penanganan yang kita lakukan sekarang ini," ujar Menteri Agus.
Pihaknya menjelaskan bahwa angka overcrowded turut mempengaruhi tingginya angka prevalensi TBC di lingkungan pemasyarakatan karena memudahkan penularan wabah. Apalagi, TBC mudah ditularkan lewat kontak intens melalui udara. Maka dari itu, langkah kolaboratif dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih sehat sangat penting untuk dilakukan agar mencegah penularan lebih lanjut ketika Warga Binaan kembali ke tengah-tengah masyarakat.
"Lingkungan lapas dan rutan memiliki karakteristik tersendiri yang membutuhkan perhatian khusus dalam aspek sanitasi dan pencegahan penyakit menular seperti tuberkulosis. Oleh karena itu, pelaksanaan kick-off di Pulau Nusakambangan hari ini adalah langkah awal dari target besar untuk menjangkau seluruh UPT Pemasyarakatan di Indonesia sepanjang tahun 2026," ujar Menteri Agus.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebutkan bahwa warga binaan memiliki hak yang sama dalam memperoleh kesehatan. Maka dari itu, pemenuhan kesehatan bagi warga binaan turut menjadi fokus negara.
"Kita di Kementerian Kesehatan tugasnya adalah menjaga seluruh masyarakat Indonesia itu hidupnya sehat. Siapapun dia, termasuk juga warga binaan," ujar Budi Gunadi Sadikin
Pihaknya menambahkan bahwa mencegah dan mengantisipasi penyakit merupakan strategi terbaik dalam menghadirkan kesehatan bagi warga binaan. Apalagi penyakit TBC di lingkungan pemasyarakatan memiliki tingkat prevalensi lebih tinggi dibandingkan masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi bersama ini, Kemenkes berharap penularan TBC dapat dicegah karena mampu dideteksi sedari dini melalui pemeriksaan kesehatan di tempat berisiko seperti Lapas dan Rutan.
"Saya mohon dukungannya agar skrining TBC bisa dilakukan setiap tahun di 532 lapas dan rutan, dan ke 274 ribu warga binaan. Agar ketika terdeteksi segera diobati, karena harusnya mereka sembuh dan tidak menularkan ke yang lain, sehingga kematian karena TBC bisa menurun jauh dan ini yg diinginkan bapak presiden," ucap Menteri Kesehatan.
Melalui kolaborasi pelaksanaan kegiatan skrining TBC dan CKG di lapas dan rutan bersama dengan Kemenkes, Kemenimipas menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak kesehatan bagi warga binaan. Kegiatan tersebut sekaligus mendukung program prioritas nasional dan mendorong lingkungan pemasyarakatan yang lebih humanis.***
