Notification

×

Iklan

Iklan

Gubernur Herman Deru Instruksikan Pergub Guna Jaga Warisan Budaya Sumatera Selatan

Rabu, 24 Juni 2026 | Juni 24, 2026 WIB Last Updated 2026-06-24T12:36:46Z
Gubernur Herman Deru Instruksikan Pergub Guna Jaga Warisan Budaya Sumatera Selatan. (Sumber: Pemprov Sumsel)

Sumatera Selatan, Info Publikasi - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang berkolaborasi dengan Dekranasda Sumsel resmi menabuh genderang Festival Seni Adat & Tradisi 2026 serta Pameran Anjungan Sumatera Selatan, Rabu (24/6/2026).

Acara yang berlangsung selama dua hari (24–25 Juni 2026) ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru. Sempat terjeda sejak tahun 2023, festival ini kembali dihidupkan sebagai benteng kelestarian adat sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif berbasis kriya dan wastra lokal.

Dalam arahannya, Gubernur Sumsel, H. Herman Deru menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak boleh bergantung pada selera rezim pemerintahan. Ia langsung menginstruksikan jajarannya untuk merumuskan Peraturan Gubernur (Pergub) atau SK Gubernur agar festival ini resmi masuk dalam kalender agenda tahunan yang permanen.

"Inilah barrier penahan agar budaya adat kita tidak tergerus oleh kemajuan teknologi dan informasi. Kita harus memberikan navigasi nyata bagi anak cucu agar tidak lepas dari akar budaya Sumatera Selatan. Regulasi kuat adalah kuncinya," tegas Herman Deru.

Herman Deru juga menyoroti kompleks Anjungan Kabupaten/Kota Jakabaring yang megah bak Taman Mini skala lokal. Ia meminta seluruh kepala daerah mengoptimalisasi fungsi anjungan tersebut menjadi kantor penghubung resmi sekaligus pusat kegiatan berkala agar aset tersebut tidak terbengkalai.

Senada dengan visi Gubernur, Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel, Hj. Feby Herman Deru, mengetuk kesadaran para Bupati dan Wali Kota selaku pembina di daerah untuk berkomitmen menganggarkan perawatan rumah adat sesuai pakem aslinya.

"Anjungan ini adalah cermin budaya 17 kabupaten/kota. Tamu luar tidak perlu berkeliling ke semua daerah, cukup datang ke sini untuk melihat wajah asli Sumsel," tutur Feby.

Lebih jauh, Feby membocorkan rencana strategis menyulap bangunan utama induk menjadi Museum Wastra Sumatera Selatan untuk memamerkan kain-kain kuno langka, lengkap dengan pusat pelatihan pengrajin di lantai dasar. Saat ini, pihaknya juga tengah gencar mengembangkan tren pewarna pakaian alami lewat riset bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida).

Kepala Disbudpar Sumsel, Dr. H. Rudi Irawan, S.Sos., M.Si., melaporkan bahwa festival tahun ini dikemas kaya akan konten edukasi dan ekonomi antara Lain 14 Kabupaten/Kota unjuk gigi dalam pameran arsitektur dan home decor, sementara 16 Kabupaten/Kota siap menghentak panggung seni lewat tari tradisional, sastra tutur, hingga sendratari.

"Kami juga mengajak Publik terlibat langsung lewat workshop membatik Aksara Ulu, tari Gending Sriwijaya, hingga flashmob tari massal Serampang 12. Selain itu, Sebanyak 20 UMKM/IKM sektor kreatif dan wastra dilibatkan penuh dengan sokongan dari Bank Indonesia (BI) serta OJK demi mendorong produk lokal naik kelas di tengah fluktuasi ekonomi global, " Jelasnya.

Acara pembukaan ini dihadiri secara maksimal oleh jajaran Bupati/Wali Kota se-Sumsel, Forkopimda, para ketua adat, serta Kepala OPD lingkungan Pemprov Sumsel yang kompak mengenakan wastra kebanggaan daerah masing-masing.***
×
Berita Terbaru Update