Notification

×

Iklan

Iklan

Dewan Pers Dorong Industri Pers Pahami AI untuk Produksi Kreatif dan Sumber Pendapatan Baru

Selasa, 23 Juni 2026 | Juni 23, 2026 WIB Last Updated 2026-06-23T14:43:41Z
Dewan Pers Dorong Industri Pers Pahami AI untuk Produksi Kreatif dan Sumber Pendapatan Baru. (Sumber: Dewan Pers)

Jakarta, Info Publikasi - Komisi Digital dan Sustainability (Komdigisus) Dewan Pers menyelenggarakan Pelatihan AI untuk Produksi Kreatif di Hall Dewan Pers, Jakarta, Selasa (23/6).

Sebuah workshop intensif yang dirancang untuk membantu insan media memanfaatkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara lebih produktif, strategis, dan bernilai ekonomi.

Kegiatan yang menghadirkan tim Createwhiz sebagai narasumber utama ini diikuti oleh 40 peserta offline dan 136 peserta online dari berbagai perusahaan pers seluruh Indonesia yang ingin memahami pemanfaatan AI secara lebih mendalam.

Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, menegaskan, AI semestinya hadir untuk memperbesar potensi manusia yang mampu berpikir lebih dalam, lebih strategis, dan lebih imajinatif. Karena itu, insan pers perlu memahami AI sebagai alat untuk meningkatkan kualitas karya, memperluas jangkauan, dan membuka peluang ekonomi baru.

“AI sebuah keniscayaan yang harus kita dalami, kuasai. AI jangan digunakan hanya untuk melaksanakan pekerjaan kita tanpa memastikan bahwa kita adalah manusia yang diberikan otak lebih kuat. Kreativitas adalah kunci dalam pengelolaan dan penggunaan AI sebagai tools,” ujar Totok Suryanto.

Senada dengan Wakil Ketua Dewan Pers, Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Digital & Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi menekankan bahwa AI memiliki kemampuan yang bisa membantu industri pers, tapi juga membawa isu etis.

“AI harus dilihat sebagai teknologi yang membantu manusia, bukan malah menghancurkan manusia,” tegas Dahlan Dahi.

Pelatihan AI untuk Produksi Kreatif diselenggarakan Dewan pers sebagai respon atas penggunaan AI dunia jurnalisme. Sebab insan pers masih banyak yang belum mengoptimalkan potensi AI karena belum memahami cara berkomunikasi dan bekerja secara efektif dengan teknologi tersebut. 

“Pelatihan ini merupakan inisiatif Komisi Digital & Sustainability Dewan Pers membantu pekerja industri pers beradaptasi dengan teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan peluang monetisasi,” tambah Dahlan Dahi.

Dewan Pers sendiri sudah mengeluarkan Peraturan Dewan Pers No 1 Tahun 2025 Tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik. Anggota Dewan Pers sekaligus Wakil Ketua Komisi Digital & Sustainability Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti, mengingatkan insan pers untuk selalu berpegang pada pedoman tersebut.

“Di Peraturan Dewan Pers No 1 Tahun 2025 disebutkan bahwa dalam membuat karya jurnalistik, proses dari awal hingga akhirnya harus melibatkan manusia. Diatur juga tentang integritas penggunaannya sebab data AI itu belum tentu benar. Data AI diambil dari berbagai sumber. Peran pers, jurnalis selama ini telah mem-feeding AI dengan data-data yang akurat. Untuk itu kita sebagai pelaku pers harus terus berpegang pada pedoman,” papar Niken Widiastuti.

Dalam sesi pelatihan, peserta diajak memahami bagaimana AI telah mengubah proses produksi kreatif, mulai dari pengembangan ide, pembuatan visual, hingga produksi video generatif. Melalui pendekatan praktik langsung (hands-on experience), peserta mempelajari teknik prompting, perumusan strategi, simulasi produksi kreatif, serta pemanfaatan berbagai tools AI untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Tim Createwhiz menunjukkan bagaimana AI dapat digunakan untuk mempercepat proses produksi, memperluas ruang imajinasi, sekaligus tetap mempertahankan sentuhan manusia (human touch) yang menjadi unsur penting dalam proses kreatif.

Selain membahas aspek produksi, pelatihan ini juga menghadirkan panel diskusi mengenai peluang monetisasi produk kreatif berbasis AI. Peserta diperkenalkan pada berbagai studi kasus dan praktik nyata mengenai bagaimana karya yang dihasilkan dengan dukungan AI dapat menciptakan sumber pendapatan baru.

Digital Marketing Lead MWX Indonesia, Utami Fitriyani, menjelaskan, kita memiliki sesuatu yang AI tidak punya: sudut pandang manusia, kepercayaan audiens, dan kemampuan storytelling yang terbangun dari pengalaman bertahun-tahun. Produksi konten kreatif menggunakan AI dapat membantu dalam hal kapasitas produksi dan diversivikasi revenue stream.

“Yang menjadi pembeda utama bukan sekadar kualitas visual AI-nya, tapi seberapa relevan konteksnya dengan pain point audiens di momen tersebut. Disitulah peran kreativitas dan kemampuan insan pers diperlukan setiap kali memproduksi konten yang dibantu dengan AI. Sehingga AI bukan sebagai ancaman tapi dapat meningkatkan produktivitas dan diversivikasi revenue stream bagi jurnalis. The best time to start monetizing your AI-enhanced journalism was yesterday. The second best time is today," ucap Utami Fitriyani.

Untuk diketahui, Dewan Pers telah dan akan rutin melaksanakan pelatihan pemanfaatan AI untuk industri pers. Harapannya perusahaan pers mampu memanfaatkan AI secara lebih strategis untuk meningkatkan daya saing, memperkuat keberlanjutan bisnis, dan menghasilkan karya-karya kreatif yang relevan di era digital.***
×
Berita Terbaru Update