Notification

×

Iklan

Iklan

Cegah Penularan Wabah, Kemenimipas Berkolaborasi dengan Kemenkes Lakukan Skrining TBC di Seluruh Lapas dan Rutan

Selasa, 30 Juni 2026 | Juni 30, 2026 WIB Last Updated 2026-07-01T09:42:53Z
Cegah Penularan Wabah, Kemenimipas Berkolaborasi dengan Kemenkes Lakukan Skrining TBC di Seluruh Lapas dan Rutan. (Sumber: Kemenimipas)

Jawa Tengah, Info Publikasi - Warga binaan kini tak lagi merasa khawatir dengan penyebaran penyakit tuberkulosis (TBC). Pasalnya, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengadakan skrining tuberkulosis di lapas/rutan seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2026.

‎Sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto dan 15 Program Aksi Kemenimipas, Kemenimipas berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan menggelar cek kesehatan gratis bagi warga binaan. Kegiatan yang bertajuk " Kick Off Cek Kesehatan Gratis dan Skrining Tuberkulosis" ini dibuka secara resmi oleh Menteri Imipas, Agus Andrianto dan disambut pula oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi, di Lapas Kelas IIA Ngaseman, Pulau Nusakambangan, Senin (29/6).

‎Demi memperluas akses pelayanan kesehatan di lapas/rutan, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni. Hal ini sejalan dengan prinsip yang menekankan bahwa akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk warga binaan.

‎Salah satu warga binaan, Rinto Suryanto mengaku bersyukur mengikuti kegiatan cek kesehatan gratis. "Awalnya saya mengikuti kegiatan cek kesehatan gratis yang dilakukan di Lapas Ngaseman bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Dari hasil pemeriksaan, saya menderita TBC," ujar Rinto.

‎Melalui cek kesehatan gratis dan skrining TBC, warga binaan dapat mencegah penyebaran penyakit TBC dan mengobati infeksi bagi yang sudah terkena.

‎"Awalnya saya merasa kaget dan khawatir, tetapi petugas kesehatan memberi penjelasan bahwa TBC bisa disembuhkan jika menjalani pengobatan secara teratur," tambah Rinto.

‎Ruang yang terbatas dan interaksi antarwarga binaan bisa membuat penyebaran penyakit menular mematikan menjadi tak terkontrol. Oleh karena itu, cek kesehatan menjadi kunci bagi pengendalian penyakit di lapas/rutan agar dampak mematikan dari penularan penyakit tersebut bisa dikurangi dengan pencegahan dan pengobatan yang tepat.

‎Sebagai gambaran, penyakit infeksi akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis atau TBC merupakan penyakit mematikan kedua di dunia. Pada tahun 2025, sebanyak 7.972 kasus aktif atau prevalensi sebesar 3,64% dari warga binaan yang tersebar di seluruh lapas/rutan di Indonesia mengidap TBC.

‎Menteri Agus pun menekankan kerja sama semua pihak untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan cek kesehatan gratis untuk memberikan akses kesehatan yang layak bagi warga binaan.

‎"Lingkungan lapas dan rutan memiliki karakteristik tersendiri yang membutuhkan perhatian khusus dalam aspek sanitasi dan pencegahan penyakit menular seperti tuberkulosis. Oleh karena itu, pelaksanaan kick off di Pulau Nusakambangan hari ini adalah langkah awal dari target besar untuk menjangkau seluruh UPT Pemasyarakatan di Indonesia sepanjang tahun 2026," tegas Menteri Agus.***
×
Berita Terbaru Update