Notification

×

Iklan

Iklan

KELANA Jadi Panggung Aksi Generasi Muda, Mangrove Didorong Jadi Benteng Masa Depan

Rabu, 13 Mei 2026 | Mei 13, 2026 WIB Last Updated 2026-05-13T16:47:25Z
KELANA Jadi Panggung Aksi Generasi Muda, Mangrove Didorong Jadi Benteng Masa Depan. (Sumber: Kemen LH)

Jakarta, Info Publikasi - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan komitmennya dalam memperluas edukasi lingkungan hidup sekaligus menjaga ekosistem mangrove melalui launching Program KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda) dan screening video dokumenter “Menjaga Akar Negeri: Mangrove Indonesia untuk Dunia”.

Menteri LH/Kepala BPLH, Moh. Jumhur Hidayat, menyampaikan bahwa launching program KELANA menjadi momentum penting kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam mendorong aksi lingkungan yang lebih luas.

“Kita baru saja meluncurkan program KELANA, dan ini menjadi kebahagiaan bagi kita karena diinisiasi pemerintah dan berkolaborasi dengan anak-anak muda. Isu lingkungan ini memang tidak bisa dilepaskan dari peran generasi muda, sehingga kita harus mampu memfasilitasi ruang-ruang partisipasi mereka secara lebih luas,” ujar Menteri Jumhur.

Program KELANA dirancang sebagai platform pembelajaran lintas isu lingkungan. Melalui program ini, mahasiswa dan pelajar diajak turun langsung ke lapangan, berinteraksi dengan masyarakat, serta mengolah pengalaman tersebut menjadi narasi yang dapat menggerakkan kesadaran publik.

Puteri Indonesia Lingkungan 2024, Sophie Kirana, yang turut mendampingi peserta KELANA Episode 1 di Jambi dalam pembelajaran terkait ekosistem gambut dan mangrove, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme generasi muda dalam program ini.

“Saya bangga sekali dengan teman-teman KELANA Episode 1. Antusiasme mereka luar biasa untuk turun langsung ke lapangan mengenali lingkungan. Program ini menjadi salah satu cara bagi teman-teman yang terlibat bersama Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyosialisasikan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan dari generasi muda. Harapannya, ini bisa menjadi budaya untuk terus menjaga lingkungan,” ungkap Sophie.

Selain itu, KELANA juga mendorong lahirnya generasi muda sebagai digital ambassadors yang mampu menerjemahkan isu lingkungan menjadi pesan yang relevan, kreatif, dan berdampak luas. Pendekatan ini menjadi penting untuk menjawab fenomena eco-anxiety di kalangan generasi muda, dengan mengubah kekhawatiran menjadi aksi nyata berbasis pengalaman dan pemahaman.

Sebagai bagian dari launching program KELANA, KLH/BPLH juga menghadirkan video dokumenter “Menjaga Akar Negeri: Mangrove Indonesia untuk Dunia” yang mengangkat peran strategis ekosistem mangrove Indonesia. Dokumenter ini diproduksi melalui kolaborasi KLH/BPLH dengan National Geographic Indonesia, serta menampilkan kisah nyata masyarakat pesisir di Tarakan, Kalimantan Utara, dan Palu, Sulawesi Tengah, dalam menjaga dan merawat ekosistem mangrove.

Editorial Team National Geographic Indonesia, Viennanda Nur Ikhwalfi, menilai video dokumenter ini menunjukkan praktik nyata keberpihakan manusia terhadap alam yang dapat direplikasi seluruh wilayah Indonesia.

“Ini adalah contoh besar upaya keberpihakan manusia kepada alam. Harapannya, praktik ini bisa dicontoh dan diaplikasikan oleh seluruh masyarakat yang tinggal di pesisir Indonesia, sehingga mangrove dapat menjadi benteng awal kita untuk menjaga hamparan laut yang cukup luas,” Jelas Viennanda.

Dengan luas mencapai 3,45 juta hektare atau sekitar 23 persen mangrove dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ekosistem tersebut. Mangrove berperan penting sebagai pelindung garis pantai dari abrasi, habitat keanekaragaman hayati, serta penyerap karbon yang berkontribusi pada pengendalian perubahan iklim.

“Akar mangrove adalah simbol ketangguhan Indonesia. Hari ini, kita berkumpul untuk memastikan bahwa akar-akar tersebut tetap kokoh, tidak hanya melalui kebijakan di atas kertas, tetapi melalui kolaborasi nyata antara data, teknologi, dan semangat kemanusiaan,” tegas Menteri Jumhur.

Upaya perlindungan mangrove juga diperkuat melalui kebijakan nasional, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove, serta penetapan Peta Mangrove Nasional 2025 sebagai rujukan data tunggal.

KLH/BPLH berharap launching Program KELANA dan screening video dokumenter ini dapat menjadi momentum untuk memperluas gerakan lingkungan yang melibatkan generasi muda secara aktif dan berkelanjutan.***
×
Berita Terbaru Update