Notification

×

Iklan

Iklan

Mahasiswi UIN Suska Riau Tampil di Konferensi Internasional, Angkat Riset Machine Learning

Kamis, 16 April 2026 | April 16, 2026 WIB Last Updated 2026-04-16T17:26:31Z
Mahasiswi UIN Suska Riau Tampil di Konferensi Internasional, Angkat Riset Machine Learning. (Sumber: Pemprov Riau)

Malaysia, Info Publikasi - Mahasiswi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN) Riau, Nabilah Angielara, berhasil tampil dalam forum ilmiah internasional 7th Jogjakarta Communication Conference yang digelar pada 15–17 April 2026 di Eastin Penang Hotel, Penang, Malaysia.

Dalam ajang tersebut, Nabilah bersama tim mempresentasikan penelitian berjudul “Public Opinion Toward Viral YouTube Content: Machine Learning–Based Sentiment Analysis of Comments on the MrBeast Channel”. 

Ia menjelaskan, penelitian ini membahas bagaimana opini publik terhadap konten viral di YouTube dapat dianalisis secara sistematis dengan pendekatan machine learning.

"Penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya peran media sosial sebagai ruang pembentukan opini publik di era digital"terangnya 

YouTube, misalnya, tidak lagi sekadar menjadi platform hiburan, tetapi juga ruang diskusi terbuka, tempat audiens menyampaikan pandangan dan respons melalui kolom komentar.

Dalam risetnya, Nabilah menggunakan data komentar dari kanal YouTube MrBeast yang diperoleh melalui platform Kaggle. Data tersebut kemudian diolah melalui tahapan text preprocessing dan metode Term Frequency–Inverse Document Frequency (TF-IDF), sebelum diklasifikasikan menggunakan algoritma machine learning ke dalam tiga kategori sentimen, yaitu positif, netral, dan negatif.

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas komentar bersifat positif. Sebanyak 63,09 persen komentar tergolong positif, 35,50 persen netral, dan hanya 1,41 persen negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa audiens memberikan respons yang sangat baik terhadap konten viral di kanal tersebut.

Tak hanya itu, model analisis yang digunakan juga menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi, mencapai sekitar 96 persen. Hal ini memperkuat bahwa pendekatan machine learning efektif digunakan untuk menganalisis opini publik dalam jumlah besar.

“Pendekatan komputasional seperti machine learning memungkinkan peneliti komunikasi memahami dinamika opini publik secara lebih cepat, objektif, dan sistematis, terutama di era big data,” ujar Nabilah dalam presentasinya.

Penelitian ini juga menemukan bahwa konten dengan unsur hiburan, kejutan, dan nilai sosial tinggi cenderung menghasilkan respons positif sekaligus meningkatkan keterlibatan (engagement) antara kreator dan audiens.

Sementara itu, dalam sambutannya, General Chair konferensi, Filosa Gita Sukmono, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh ratusan akademisi dan peneliti dari berbagai negara. Tercatat ada 189 paper yang dipresentasikan, terdiri dari 41 secara langsung dan 148 secara daring.

Partisipasi Nabilah dalam konferensi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari UIN Suska Riau, mampu bersaing dan berkontribusi dalam pengembangan riset komunikasi berbasis teknologi di tingkat internasional. Hal ini sekaligus menunjukkan peran generasi muda akademisi dalam menghadapi tantangan era transformasi digital.***
×
Berita Terbaru Update