Notification

×

Iklan

Iklan

Lapas Luwuk dan Disdikbud Kab. Banggai Hadirkan Pendidikan Kesetaraan di Balik Jeruji

Senin, 13 April 2026 | April 13, 2026 WIB Last Updated 2026-04-13T15:07:24Z
Lapas Luwuk dan Disdikbud Kab. Banggai Hadirkan Pendidikan Kesetaraan di Balik Jeruji. (Sumber: Ditjenpas)

Sulawesi Tengah, Info Publikasi - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus perkuat komitmennya dalam memberikan pembinaan yang berkualitas bagi Warga Binaan. Hal ini dibuktikan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Luwuk dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai, Senin (13/4).

Penandatanganan PKS dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, bersama Kepala Disdikbud Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo. Kerja sama ini secara khusus difokuskan pada penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan yang mencakup Paket A, Paket B, dan Paket C bagi Warga Binaan yang sedang menjalani masa pidana di Lapas Luwuk.

Dalam teknis pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai akan memberikan dukungan penuh dalam bentuk penyusunan kurikulum dan penyediaan tenaga pengajar yang kompeten. Sementara itu, Lapas Luwuk bertanggung jawab menyediakan sarana dan prasarana pendukung guna memastikan proses belajar mengajar berjalan kondusif di Lapas.

Bahrun, berharap kolaborasi ini memberikan harapan baru bagi para Warga Binaan. Dengan memiliki kesempatan untuk menyelesaikan wajib belajar dan memperoleh ijazah resmi yang diakui negara, Warga Binaan memiliki bekal yang kuat untuk kembali ke masyarakat.

"Pendidikan adalah kunci perubahan karakter. Melalui ijazah resmi ini, kami ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan agar ke depannya mereka memiliki peluang yang lebih baik dalam proses reintegrasi sosial dan dunia kerja," ucap Bahrun.

Mewakili Dikbud Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. Ia menegaskan pendidikan harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Lapas Luwuk. Ini adalah bentuk nyata sinergi pemerintah daerah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami berkomitmen menyediakan tenaga pengajar terbaik agar para Warga Binaan mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dengan masyarakat di luar sehingga mereka memiliki bekal ilmu yang mumpuni," tegas Syafrudin.

Sinergi antara Lapas Luwuk dan Dikbud Kabupaten Banggai ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif sekaligus menciptakan generasi yang lebih baik dari balik tembok Pemasyarakatan. Program ini diharapkan melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki kompetensi dan kepercayaan diri. Saat bebas nanti, mereka tidak hanya membawa surat lepas, tetapi juga ijazah resmi yang bisa membuka pintu pekerjaan dan masa depan yang lebih cerah.***
×
Berita Terbaru Update