Menteri PPPA Harapkan Sekolah Rakyat Menjadi Contoh Sekolah yang Ramah Anak. (Sumber: Kemen PPPA)
Bali, Info Publikasi - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi meninjau kegiatan belajar-mengajar di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Provinsi Bali. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat berjalan optimal dalam memberikan akses pendidikan yang bermutu dan setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan rentan.
“Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Program Prioritas Presiden untuk memperluas akses pendidikan yang bermutu dan setara bagi seluruh anak bangsa. Pendidikan adalah kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” ujar Menteri PPPA.
Menteri PPPA berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi contoh sebagai sekolah yang menciptakan kondisi dimana anak belajar dengan aman dan nyaman. Menteri PPPA menekankan perlindungan anak tidak hanya dimaknai sebagai upaya mencegah kekerasan fisik, tetapi juga memastikan terciptanya suasana belajar yang aman, inklusif, dan suportif, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari sisi psikologis maupun sosial.
“Sekolah harus menjadi ruang yang membuat anak merasa dihargai, didengar, dan dilindungi. Ketika anak merasa aman dan nyaman, maka proses belajar akan berlangsung lebih maksimal dan karakter positif mereka dapat terbentuk dengan baik,” ungkap Menteri PPPA.
Menteri PPPA menyampaikan apresiasi kepada para guru dan tenaga kependidikan atas dedikasi mereka dalam membentuk lingkungan belajar yang mendukung penguatan karakter, kedisiplinan, serta nilai gotong royong di kalangan siswa.
Kepala SRMP 17 Tabanan, Putu Jaya menyampaikan, saat ini SRMP 17 Tabanan memiliki 74 siswa yang seluruhnya berasal dari keluarga kurang mampu. Putu Jaya mengungkapkan perubahan paling signifikan yaitu mulai terbentuknya karakter anak-anak di Sekolah Rakyat yang semakin baik.
“Perubahan yang paling terlihat adalah kedisiplinan, semangat gotong royong, serta rasa tanggung jawab mereka yang semakin kuat. Kami merasa terharu sekaligus bangga melihat anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu kini dapat bersekolah di sekolah yang bermutu dan memiliki fasilitas yang baik,” ujar Putu Jaya.
Putu Jaya berharap Sekolah Rakyat dapat semakin diperluas jangkauannya agar lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu yang mendapatkan kesempatan serupa.
“Menurut saya, jalur pendidikan adalah hal yang paling utama dalam mengentaskan kemiskinan. Jika akses pendidikan dibuka seluas-luasnya, maka masa depan anak-anak akan jauh lebih cerah,” tambah Putu Jaya.***
