Notification

×

Iklan

Iklan

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi 65 SLB di Indonesia Timur

Sabtu, 21 Februari 2026 | Februari 21, 2026 WIB Last Updated 2026-02-21T15:48:34Z
Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi 65 SLB di Indonesia Timur. (Sumber: Kemendikdasmen)

Maluku Utara, Info Publikasi - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen meningkatkan fasilitas di sekolah luar biasa (SLB), bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Komitmen ini ditunjukkan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran serta penguatan pendidikan vokasional di SLB, termasuk untuk SLB-SLB di wilayah Indonesia Timur. 

SLBN Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara merupakan salah satu sekolah di wilayah timur Indonesia yang mendapatkan bantuan revitalisasi dengan total bantuan mencapai Rp1,39 miliar. Puluhan murid kini lebih antusias dalam belajar dan mengembangkan potensi diri sejak ruang kelas dan ruang keterampilan mereka drehab total.

Sebelumnya, pembelajaran tidak maksimal disebabkan kondisi gedung yang rusak dan tidak pernah diperbaiki sejak sekolah dibangun pada 2013 lalu. Atap kelas kerap bocor sehingga para murid terpaksa diungsikan ke ruangan yang lebih aman saat hujan. 
 
“Dulu ruang keterampilan rusak parah sehingga kami jarang gunakan karena kondisinya tidak layak. Saat ini ruang keterampilan telah aktif kembali untuk mengajar kompetensi anak-anak, mulai dari bermain musik hingga membuat kerajinan tangan dari batok kelapa yang memang merupakan potensi kami di Morotai," kata Kepala SLBN Pulau Morotai, Nilla Timbuleng. 

Selain mendapatkan bantuan revitalisasi, sekolah ini juga telah menerima bantuan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) yang mendukung digitalisasi pembelajaran di sekolah.

“Wah, murid kami sangat antusias sekali mereka belajar menggunakan PID, apalagi di ruang kelas barunya nyaman sekali. Kami banyak mencari ide untuk bahan belajar termasuk bagaimana mengembangkan keterampilan kerajinan tangan atau musik dari PID ini," tambah Nila.

Selain itu ada SLBN Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, yang sejak September 2025, juga berbenah melalui program revitalisasi. Hasilnya, sejak Januari 2026 sekitar 20-an ABK di wilayah Raja Ampat kini bisa mengakses layanan pendidikan khusus dengan mudah. Sebelumnya, banyak ABK yang tidak bisa sekolah lantaran akses SLB yang jauh, yakni di Kota Sorong.

"Banyak murid kami yang sudah besar-besar, tapi baru masuk sekolah karena memang sebelumnya tidak ada SLB di Raja Ampat. Namun, sekarang ABK bisa sekolah, mendapatkan pendidikan, dan mendapatkan terapi serta keterampilan di SLBN Raja Ampat,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SLBN Raja Ampat, Fandy Dawenan.

SLB Swasta juga Rasakan Dampak Revitalisasi

Tidak hanya sekolah negeri, SLB swasta di wilayah Indonesia Timur juga terus ditata agar dapat memberikan layanan pendidikan khusus dan vokasional yang unggul. Salah satunya seperti di SLB ST. Elisabeth Pupung, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala SLB ST. Elisabeth Pupung, Vinsensius Wandu, mengatakan bahwa terpilihnya sekolahnya menjadi penerima bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran telah memberikan kesempatan bagi sekolahnya untuk berbenah dalam hal penyediaan fasilitas ruangan belajar yang sebelumnya hanya menumpang di salah satu rumah warga di Kampung Pupung, Desa Rondo Woing.

“Sekolah kami di pedalaman, SLBN hanya ada di kota sehingga kami menampung ABK yang tidak terjangkau sekolah negeri dan jumlahnya cukup banyak di daerah kami,” kata Vinsensius.

Dari program revitalisasi, perwajahan sekolah berubah total, dari awalnya hanya menyewa rumah warga, kini SLB ST. Elisabeth Pupung memiliki ruang kelas, perpustakaan, ruang administrasi, serta selasar yang mendukung aktivitas para murid yang sebagian besar berasal dari desa-desa di Kecamatan Rana Mese.

Devan Saputra merupakan salah satu murid Vincentius yang kini merasa senang dengan ruang kelas baru dan bantuan PID di dalam kelasnya.

“Kami senang sudah punya sekolah yang lebih nyaman dan tidak malu lagi karena sekolahnya di rumah,” ungkap Devan yang tinggal di Desa Goloros, yang berjarak sekitar dua kilometer dari sekolah.

Orientasi Pembelajaran Khusus Lebih Vokasional

Selain melalui revitalisasi SLB di Indonesia timur, penguatan pendidikan juga dilakukan melalui program vokasional lembaga sertifikasi profesi pihak pertama (LSP-P1). Salah satunya di SLBN Halmahera Barat. Sekolah ini menjadi SLB LSP-P1 untuk keahlian sepeda motor dan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah bengkel-bengkel untuk magang para muridnya.

“Bidang keterampilan sepeda motor ini sudah mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Khusus Penyandang Disabilitas (SK3PD) yang sudah terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Dengan begitu, ketika lulus murid kami bisa langsung mendapat sertifikat keterampilan untuk membantu dalam mencari pekerjaan,” jelas Kepala SLBN Halmahera Barat, Ismawati Muhammad.

Pemerintah melalui Kemendikdasmen terus menguatkan layanan pendidikan di Indonesia timur melalui berbagai program, termasuk Revitalisasi Satuan Pendidikan. Sepanjang 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) telah menyalurkan bantuan program Revitalisasi Satuan Pendidikan terhadap 382 SLB di seluruh Indonesia.

Wilayah Indonesia timur menjadi salah satu daerah prioritas. Program revitalisasi untuk SLB setidaknya telah menyasar sedikitnya 65 SLB di wilayah Indonesia timur mulai dari Sulawesi, Maluku, NTT, hingga Papua, dengan total anggaran lebih dari 90 miliar rupiah.***
×
Berita Terbaru Update