Notification

×

Iklan

Iklan

Resmikan Tiga Gedung Baru, Menag Harap STABN Raden Wijaya Makin Maju

Sabtu, 10 Januari 2026 | Januari 10, 2026 WIB Last Updated 2026-01-10T13:49:28Z

Resmikan Tiga Gedung Baru, Menag Harap STABN Raden Wijaya Makin Maju. (Sumber: Kemenag)

Jawa Tengah, Info Publikasi - Menteri Agama Nasaruddin Umar, meresmikan tiga gedung pendidikan baru di Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya, Wonogiri, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026).

Tiga gedung yang diresmikan meliputi Gedung Layanan Pendidikan Adinata, Gedung Fakultas Dharmaduta Hayam Wuruk, dan Laboratorium Keagamaan Manjushri. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi katalisator kemajuan pendidikan keagamaan Buddha di Indonesia.

Menag menyoroti makna filosofis di balik nama gedung "Adinata" yang bermakna Adi Utama atau yang paling unggul. Menag menegaskan bahwa estetika dan kemegahan fisik bangunan harus berbanding lurus dengan kualitas sumber daya manusianya. Ia menekankan agar kampus tidak hanya megah secara infrastruktur, namun juga kokoh dalam nilai-nilai kemanusiaan.

"Kami berharap, keindahan dan kualitas bangunan ini sejalan dengan kualitas pemikiran dan karakter civitas akademikanya. Output pendidikan dari kampus ini haruslah individu yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kejernihan hati dan karakter yang luhur. Harapan kami, fasilitas ini mampu melahirkan manusia paripurna yang senantiasa membawa pencerahan bagi masyarakat luas," ujar Menag Nasaruddin Umar kepada awak media usai peresmian.

Menag menambahkan bahwa kehadiran fasilitas baru ini harus memberikan dampak positif yang nyata bagi ekosistem sosial di sekitarnya. Ia turut mengapresiasi Kabupaten Wonogiri yang dinilai berhasil merawat nilai-nilai toleransi. Sinergi dan partisipasi aktif masyarakat dari berbagai latar belakang agama dalam mendukung pengembangan kampus ini, menurut Menag, adalah bukti konkret soliditas persatuan di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Menag menggarisbawahi visi STABN Raden Wijaya untuk tidak sekadar mencetak kader yang berilmu, melainkan kader cendekiawan. Dalam pandangannya, cendekiawan adalah sosok yang mengintegrasikan kecerdasan akademik dengan kepekaan sosial, sehingga mampu hadir sebagai pemberi solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan prosesi simbolis penancapan Pedang Manjushri sebagai lambang kebijaksanaan. Turut hadir mendampingi Menag dalam agenda tersebut, Wakil Bupati Wonogiri, Dirjen Bimas Buddha, serta Ketua STABN Raden Wijaya. Kesuksesan pembangunan fasilitas megah ini tidak lepas dari sinergi produktif antara pemerintah pusat dan daerah, salah satunya melalui hibah lahan seluas 8,4 hektar.

Menutup keterangannya, Menag mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga amanah pembangunan ini sebagai mercusuar kerukunan.

"Mari kita jadikan harmoni di Wonogiri ini sebagai referensi dan inspirasi bagi daerah lain dalam merawat kerukunan. Melalui dukungan fasilitas pendidikan yang memadai ini, kita bertekad mencetak generasi unggul yang senantiasa membawa pesan damai dan persatuan bagi Indonesia," pungkasnya.***
×
Berita Terbaru Update