Menko Airlangga Tandatangani Economic Growth Partnership, Dorong Terus Kerja Sama Ekonomi Strategis Indonesia-UK. (Sumber: Kemenko)
Britania Raya, Info Publikasi - Pemerintah Indonesia terus memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Inggris melalui peningkatan kerja sama ekonomi yang berorientasi dan fokus kepada isu-isu strategis di masa depan. Di sela-sela acara mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Inggris, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan Secretary of State for Business and Trade (DBT) Kerajaan Inggris The Rt Hon Peter Kyle MP, sekaligus menandatangani Arrangement between the Government of the United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland and the Government of the Republic of Indonesia to Establish an Economic Growth Partnership (EGP) di London, Senin (19/01).
Penandatanganan dokumen kerja sama ekonomi strategis tersebut menjadi langkah penting dalam memperdalam hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Inggris, yang juga merupakan salah satu pilar utama dalam Accord for a New Indonesia–United Kingdom Strategic Partnership yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kerajaan Inggris.
Menko Airlangga menyampaikan bahwa kerja sama ekonomi strategis tersebut menjadi fondasi yang sangat penting untuk mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, dan inovasi antara Indonesia dan Inggris. Kemitraan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang memerlukan dukungan perdagangan dan investasi yang besar, khususnya dari sektor swasta dan mitra strategis internasional lainnya.
“Dokumen kerja sama ekonomi strategis tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen kedua negara dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan,” ujar Menko Airlangga. Perjanjian tersebut juga dirancang sebagai kerangka kerja sama yang praktis dan berorientasi pada pelaku usaha, mencakup sektor-sektor prioritas seperti energi bersih, ekonomi digital, keuangan, pendidikan, infrastruktur dan transportasi, pertanian dan pangan, kesehatan dan life sciences, penguatan rantai pasok, serta perdagangan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui kemitraan tersebut, Indonesia dan Inggris diharapkan dapat memanfaatkan potensi ekonomi masing-masing secara optimal di tengah dinamika perekonomian global.
Menko Airlangga juga menekankan bahwa Inggris merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di Eropa. Pada tahun 2024, nilai perdagangan bilateral Indonesia–Inggris mencapai USD2,78 miliar dan menunjukkan tren peningkatan sejak 2020, dengan pola perdagangan yang saling melengkapi. Di sisi investasi, realisasi investasi Inggris di Indonesia tercatat sebesar USD402,6 juta pada TW III-2025, terutama pada sektor-sektor pertambangan, industri pangan, pertanian, serta kawasan industri dan jasa.
Pada kesempatan yang sama, Secretary Kyle menyampaikan pandangannya bahwa kerja sama ekonomi strategis mencerminkan komitmen bersama antara Pemerintah Indonesia dan Inggris dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral dan membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih luas antara Pemerintah dan pelaku usaha kedua negara.
Kedua Menteri menegaskan kembali bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris merupakan momentum penting yang menandai semakin kuatnya hubungan strategis kedua negara, serta menyampaikan apresiasi kepada Tim Perunding Indonesia dan Inggris atas kerja keras dan hasil yang dicapai sehingga memungkinkan terwujudnya kerja sama ekonomi strategis sebagai kerangka kerja sama ekonomi yang berorientasi ke masa depan.
Turut hadir pada acara tersebut diantaranya yakni Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi/Chief Negotiator EGP Edi Prio Pambudi, Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, dan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris Desra Percaya.***
