Notification

×

Iklan

Iklan

Kemenhaji Tegaskan Layanan Haji Siap, Fokus Ramah Perempuan dan Kesehatan Jemaah

Jumat, 09 Januari 2026 | Januari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-01-09T15:40:27Z
Kemenhaji Tegaskan Layanan Haji Siap, Fokus Ramah Perempuan dan Kesehatan Jemaah. (Sumber: Kemenhaji)

Jakarta, Info Publikasi - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M dengan mengedepankan pelindungan jemaah, khususnya melalui penguatan layanan ramah perempuan dan penerapan standar istithaah kesehatan secara ketat.

“Penyelenggaraan haji tahun ini kami arahkan lebih humanis. Jumlah petugas akan kami perbanyak, termasuk pembimbing perempuan, karena mayoritas Jemaah Haji Indonesia adalah perempuan,” ujar Menhaji dalam Media Briefing: Outlook Penyelenggaraan Haji 1447 H/2026 M di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa biaya layanan Armuzna pada musim haji tahun ini mengalami penurunan. “Biaya Armuzna turun dari sekitar SAR 2.300 menjadi SAR 2.100 per jemaah. Penurunan ini tidak mengurangi kualitas layanan karena seluruh kontrak menggunakan skema harga bersih tanpa cashback dan tanpa fee,” jelasnya.

Terkait pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), Menhaj menyebut progres di sejumlah daerah sudah sangat baik.

“Sumatra Barat hampir 100%, Aceh sudah 83% dan Sumatra Utara lebih dari 90%. Kami optimistis dalam dua hari ke depan pelunasan Bipih bisa mencapai 100%secara nasional,” ungkap Menhaji.

Isu istithaah kesehatan menjadi perhatian utama pemerintah tahun ini. Menurut Menhaji, penerapan standar kesehatan jemaah akan dilakukan secara tegas.

“Pemerintah Arab Saudi memberi perhatian khusus pada istithaah kesehatan. Pemeriksaan akan dilakukan secara acak dan jemaah yang tidak memenuhi syarat berpotensi dipulangkan. Karena itu, tidak boleh ada pihak yang memaksakan keberangkatan jemaah yang tidak layak secara kesehatan,” tegasnya.

Menhaji menambahkan, Kemenhaji akan melakukan perbaikan di sisi embarkasi dan layanan di Arab Saudi, termasuk optimalisasi pemeriksaan di bandara, seleksi ketat syarikah, serta pendistribusian kartu Nusuk sejak embarkasi.

“Semua ini kami lakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah sejak dari Tanah Air hingga kembali ke Indonesia,” katanya.

Menhaji juga menegaskan pentingnya peran media dalam mengawal penyelenggaraan ibadah haji.

“Media adalah mitra strategis kami untuk memastikan pelaksanaan haji berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada keselamatan serta kenyamanan jemaah,” pungkasnya.***
×
Berita Terbaru Update