Ekspor Kampung Nelayan Bulukumba Diharap Memicu Semangat Nelayan Tingkatkan Produktivitas. (Sumber: KKP)
Makassar, Info Publikasi - Arab Saudi menjadi tujuan ekspor perdana sekitar satu ton ikan sekar dari Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Bentenge di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ini menandai langkah awal pengembangan pasar internasional bagi nelayan pesisir.
Pelepasan ekspor berlangsung Jumat (9/1), di KNMP Bentenge. Ikan hasil tangkapan nelayan setempat dibawa menggunakan mobil pendingin menuju Makassar, sebelum diterbangkan ke Jeddah pada hari yang sama.
Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP Trian Yunanda dalam keterangan pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Sabtu, mengatakan program KNMP dirancang untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pasar.
“Dari yang tadinya lokal kini merambah pasar internasional,” ujar dia.
Lebih lanjut ia mengatakan pembangunan infrastruktur KNMP Bulukumba sudah memasuki tahap akhir. KKP telah menyalurkan fasilitas pendukung berupa mobil pendingin, kapal, mesin kapal, hingga alat tangkap, yang nantinya dikelola koperasi.
Trian mengatakan KNMP Bentenge juga dilengkapi tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN), bengkel kapal, kios perbekalan, balai nelayan, serta fasilitas rantai dingin berupa pabrik es portabel, coolbox, mobil pendingin, dan gudang beku.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bulukumba Muh Thaiyeb Maningkasi menyebut kehadiran KNMP akan mendukung pengembangan sektor perikanan daerah.
“Jika sudah beroperasi penuh, aktivitas perikanan akan kami pusatkan di sana,” katanya.
Thaiyeb optimistis ekspor ikan Bulukumba akan terus meningkat. Setelah pengiriman perdana ikan kerapu macan dan tenggiri hampir satu ton, eksportir menawarkan tambahan permintaan hingga 2,5 ton per hari.
Menurut dia, fasilitas penyimpanan berpendingin atau cold storage dan mobil pendingin yang tersedia di KNMP akan membantu nelayan memenuhi tingginya permintaan tersebut. Bulukumba juga menghasilkan ikan kakap merah, layang, dan berbagai jenis ikan karang bernilai jual tinggi.
Kampung Nelayan MP di Natuna
Sementara itu, Pemerintah Pusat mulai membangun Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah perbatasan.
Wakil Bupati Natuna, Jarmin di Natuna Sabtu mengatakan, baru satu lokasi yang dinyatakan lolos untuk pembangunan sarana dan prasarana Kampung Nelayan Merah Putih, yakni di Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan.
“Kegiatan pembangunan sudah dimulai di kawasan Sungai Bulan dan saat ini sedang dilakukan pematangan lahan,” ucapnya.
Total anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan tersebut mencapai Rp13 miliar. Anggaran itu bersumber dari pemerintah pusat dan dikhususkan untuk proses pembangunan fisik.
Sementara itu, lahan pembangunan disiapkan oleh pemerintah daerah melalui Desa Cemaga Utara. Di lokasi tersebut nantinya akan dibangun berbagai fasilitas pendukung, antara lain galangan kapal, koperasi, kantor, serta tempat pelelangan ikan.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Natuna dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Natuna mengajukan proposal kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2025.
Sebelumnya, Kabupaten Natuna mengusulkan beberapa lokasi untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Namun, hingga kini baru Desa Cemaga Utara yang mendapatkan persetujuan.
Persetujuan tersebut diberikan setelah tim KKP melakukan penilaian terhadap kelayakan dan kelengkapan proposal, di antaranya keberadaan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan aktif melakukan kegiatan perikanan, serta tersedianya lahan milik desa atau kelurahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.
“Pada 2025, Menteri Kelautan dan Perikanan (Sakti Wahyu Trenggono) sudah datang ke Natuna dan meninjau langsung lokasi di Cemaga Utara serta Pulau Tiga. Namun, Pulau Tiga dinilai tidak cocok,” kata Jarmin.***
