Notification

×

Iklan

Iklan

Ditjen PEE Kemenhaji Dorong Ekosistem Ekonomi Haji Lewat Uji Cita Rasa Nusantara

Jumat, 09 Januari 2026 | Januari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-01-09T15:41:27Z
Ditjen PEE Kemenhaji Dorong Ekosistem Ekonomi Haji Lewat Uji Cita Rasa Nusantara. (Sumber: Kemenhaji)

Jakarta, Info Publikasi - Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi (Ditjen PEE) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaji) RI terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi haji nasional melalui pelaksanaan Uji Cita Rasa Nusantara calon penyedia makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) dan bumbu pasta konsumsi jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M.

Kegiatan yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (8 Januari 2026) ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan konsumsi jemaah haji, sekaligus membuka ruang partisipasi pelaku usaha dan UMKM pangan nasional dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Irfan Yusuf menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas konsumsi jemaah haji Indonesia.

“Kita tidak ingin lagi mendengar keluhan tentang rasa yang tidak familiar atau gizi yang kurang optimal. Kita menginginkan sebaliknya: makanan yang halal, thayyib, bergizi tinggi, aman, sekaligus membawa identitas dan kehangatan Nusantara,” ujar Menhaji.

Sejalan dengan itu, Menhaji menegaskan bahwa pemenuhan konsumsi jemaah haji harus berpegang pada prinsip halalan thayyiban, mengedepankan kekayaan cita rasa Nusantara yang adaptif dan inovatif, dilakukan melalui kolaborasi nasional, serta berorientasi pada kebutuhan dan kenyamanan jemaah.

Dalam kerangka penguatan ekosistem ekonomi haji tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekosistem Ekonomi (PEE) Jaenal Effendi menyampaikan bahwa sentuhan cita rasa yang familiar memiliki peran penting bagi jemaah haji Indonesia.

“Kita memahami betapa pentingnya sentuhan rasa yang familiar di tengah cuaca ekstrem, kelelahan, dan kerinduan akan tanah air. Hidangan dengan cita rasa rempah yang tepat, kuah yang menghangatkan, atau sambal yang khas dapat menjadi penyembuh rindu dan penguat semangat yang luar biasa,” ujar Jaenal.

Uji cita rasa Nusantara ini memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain menyeimbangkan kebutuhan gizi dan cita rasa khas Indonesia yang sesuai dengan kondisi operasional haji di Arab Saudi, mendorong inovasi menu dan pengemasan yang aman serta mudah didistribusikan, membuka ruang keterlibatan UMKM kuliner nasional, serta memastikan seluruh proses memenuhi standar keamanan pangan dan prinsip halalan thayyiban.

Uji cita rasa Nusantara ini menilai berbagai produk makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) dari 9 perusahaan serta produk bumbu pasta dari 10 perusahaan calon penyedia konsumsi jemaah haji. Proses penilaian melibatkan tim penguji independen dari unsur akademisi serta pihak yang memiliki kompetensi dan keterkaitan dengan penyediaan konsumsi jemaah haji.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Kemenhaji menegaskan pendekatan ekosistem ekonomi haji, di mana penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berfokus pada aspek pelayanan ibadah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM dan industri pangan dalam negeri.

Ditjen PEE berharap, melalui pelaksanaan uji cita rasa Nusantara, produk konsumsi jemaah haji Indonesia ke depan tidak hanya memenuhi standar layanan dan kesehatan, tetapi juga menjadi representasi kekayaan kuliner Nusantara yang membanggakan di tingkat global.***
×
Berita Terbaru Update